Nasional

Hindari Impor dan Mafia Alkes, DPR Desak Pemerintah Riset Kesehatan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen minta agar dilakukan riset kesehatan, agar Indonesia tak tergantung pada impor alat kesehatan (alkes) sekaligus menghindari mafia alkes.

“Jangan ada mafia kesehatan. Banyak alat kesehatan dalam negeri yang kualitasnya bagus, berstandar internasional dan harganya lebih murah, tapi masih tergantung impor,” kata Gus Nabil, sapaan akrabnya, di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Penegasan ini disampaikan Muchamad Nabil Haroen dalam rapat di Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan RI, Menteri Riset dan Teknologi RI/BRIN, Kepala BPOM, dan Dirut PT. Bio Farma membahas penanganan Covid-19 dan pengelolaan riset di lintas kementerian.

Menurut Gus Nabil, DPR sudah sepakat alokasi 20 persen penyerapan anggaran Tahun Anggaran 2020 untuk alat kesehatan dalam negeri, maka jika nanti itu tidak tercapai atau tidak sesuai ekspektasi harus dipertanyakan.

“Jadi, jangan lagi ada mafia alat kesehatan. Di tengah pandemi Covid-19 ini, mari berbuat yang terbaik untuk negeri,” ujarnya.

Selain itu, ia minta agar meningkatkan kualitas komunikasi publik BPOM dan lembaga lain. Selama ini, banyak yang mengeluh terkait dengan prosedur di BPOM terkait dengan uji obat atau produk kesehatan.

Karena itu, harus ada komunikasi publik yang baik dan komprehensif, agar masyarakat tidak bingung dengan uji klinis, pra klinis, dan prosedur lain yang harus dijalankan secara ketat.

Namun, Gus Nabil mengapresiasi yang tinggi terhadap TNI-Polri yang fokus bantu penanganan Covid-19 dan penyiapan adaptasi budaya baru. Juga, pemerintah melalui Kemenristek dan Kemenkes harus melibatkan tenaga medis dari rumah sakit-rumah sakit dari lingkungan TNI-Polri untuk riset-riset lanjutan. Agar, penanganan Covid-19 dan agenda penanganan kesehatan bisa berjalan seirama. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close