Breaking NewsNasional

Hendropriyono Tegaskan Pernyataannya Referendum Papua Diplintir

Hendropriyono Tegaskan Pernyataannya Referendum Papua Diplintir

Hendropriyono Tegaskan Pernyataannya Referendum Papua Diplintir, Senayanpost.com – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jend. TNI (purn) Prof. Dr. Ir. A. M. Hendropriyono, S.H., M.H. membantah tuduhan dirinya mendukung referendum Papua sesuai dengan skenario Barat, sebagaimana beredar di media WhatsApp.

Pesan berantai di media WhatsApp dari Prof. Sri Edi Swasono telah diplintir

Ia menegaskan, pesan berantai di media WhatsApp dari Prof. Sri Edi Swasono telah diplintir oleh pihak tertentu yang tidak ingin NKRI utuh.

Membantah tegas

Hendropriyono Tegaskan Pernyataannya Referendum Papua Diplintir, Senayanpost.com -Lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) 1967 ini, membantah tegas tudingan yang menyebut ia mendukung Papua dalam menentukan nasibnya sendiri.

Seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke harus terlibat memilih

Itu pelintiran! Pernyataan saya diplintir. Yang benar adalah, jika pemahaman internasional tentang referendum itu jujur, maka sifatnya harus nasional. Seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke harus terlibat memilih, apakah rela Irian atau Papua itu memisahkan diri dari RI atau tidak? Bukan referendum lokal seperti yang pernah dilaksanakan di Timor Timur,” ujar Hendropriyono, Senin (18/7/2016).
Dalam pesan berantai yang beredar, Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Sri Edi Swasono membuat analisis tentang ancaman distitegrasi Papua (NKRI) dengan menyebut bahwa, A. M. Hendropriono selaku tokoh Intelijen terkemuka RI, pada prinsipnya menghendaki referendum jika Papua ingin merdeka.
Pernyataan A.M Hendroprioyono yang dianggap memihak skenario Barat itu berulangkali dimuat media sebagai tanggapan terhadap solusi tuntutan Papua merdeka yang marak di dunia internasional.

Prof. Edi Swasono mengklarifikasi bahwa pesan yang ia sampaikan sudah diplintir

Hendropriyono Tegaskan Pernyataannya Referendum Papua Diplintir, Senayanpost.com Hendro mengatakan, Prof. Edi Swasono sudah mengklarifikasi bahwa pesan yang ia sampaikan sudah diplintir oleh pihak tertentu.
“Yang saya maksud adalah referendum nasional melibatkan seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya rakyat di Papua. Seluruh bangsa Indonesia ditanya, setuju tidak Irian lepas dari Indonesia. Pasti tidak akan setuju,” kata Hendropriyono.
Hendro menegaskan pemerintah harus menolak usulan referendum yang bersifat lokal, khusus untuk rakyat Papua. Sebab kata dia, referendum untuk Papua pernah diselenggarakan pada tahun 1969 dan hasilnya memilih masuk Indonesia.

Guru Besar Intelijen pertama dan satu-satunya di dunia

“Kalau dilakukan referendum lokal, maka akan terjadi seperti Timor Timur dulu,” tukas Hendropriyono yang juga dikenal sebagai Guru Besar Intelijen pertama dan satu-satunya di dunia. (ZSR)
FACEBOOK:
https://www.facebook.com/senayanpost/
TWITTER:
https://twitter.com/senayanpost

Dapatkan Android Apps kami dari Samsung Galaxy Apps dan Google Play

Download iHits.tv melalui Samsung Smartphone & tablet
Download iHits.tv – Google Playstore
Download News Apps

KOMENTAR
Tag
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close