Ekonomi

Heboh Intip Payudara di Starbucks, Saham MAPI Drop 3%

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Harga saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) terkoreksi lebih dari 3% pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (3/7/2020) menyusul kasus viral video intip payudara perempuan di Starbucks ramai dibicarakan.

Koreksi harga saham Mitra Adiperkasa tersebut semakin dalam, setelah di awal perdagangan tercatat terkoreksi 1% lebih.

Berdasarkan data perdagangan BEI, harga saham MAPI saat penutupan hari ini terkoreksi 3,27% ke level Rp 740/unit. Nilai transaksi saham MAPI tercatat mencapai Rp 14,83 miliar.


Seperti ramai diberitakan di berbagai media, kedai kopi Starbucks yang di Indonesia dipegang oleh MAPI sedang menghadapi masalah video viral pegawainya mengintip payudara pelanggan wanita lewat CCTV. Kasus ini kemudian ditangani oleh kepolisian.

Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Utara telah menangkap dua pegawai Starbucks yang menjadi operator CCTV. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan dua pegawai Starbucks itu ditangkap Kamis (2/7) malam.

“Iya ini kami sudah amankan dua orang yang diduga ya merekam dan kemudian meng-zoom-nya ya,” kata Wirdhanti.

Wirdhanto belum membeberkan identitas dua pegawai Starbucks yang ditangkap tersebut. Mereka berdua langsung menjalani pemeriksaan guna mengungkap motif dalam peristiwa tersebut.

“Saat ini kami mesti dalami dulu niat dan motifnya apa,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam video berdurasi 13 detik yang beredar di media sosial terekam aksi pegawai Starbucks diduga mengintip payudara pelanggan lewat sorotan rekaman CCTV.

Sebelumnya, polisi menduga pegawai Starbucks yang mengintip payudara pelanggan itu berjumlah 2 orang.

“Diduga ada 2 orang, yakni yang melakukan penge-zoom-an dan yang merekam,” kata Kapolres Jakut Kombes Budhi Herdi Susianto, seperti dikutip dari detikcom, Kamis (2/7/2020).

Budhi mengatakan anggotanya telah melakukan pengecekan ke gerai Starbucks tersebut. Polisi masih mencari para pelaku untuk dimintai keterangan.

“Pelaku lagi kita cari, kalau korban masih kita identifikasi,” kata Budhi.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close