Nasional

Hebat! Presiden Jokowi akan Bangun 2.000 KM Jalan Tol pada 2019-2024

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur terutama jalan tol. Dalam lima tahun ke depan, pemerintahan Kabinet Kerja II bakal membangun ruas tol baru hingga 2.000 kilometer.

Sampai tahun 2018, jalan tol yang telah terbangun pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mencapai 782 Km.

Pembangunan terus berlanjut dan pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol baru pada akhir tahun ini mencapai 1.070 kilometer.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menargetkan pengoperasian 12 ruas jalan tol terutama di Sumatera dan Kalimantan Timur pada akhir 2019. Sementara itu, dalam lima tahun ke depan akan dibangun 2.000 kilometer ruas jalan tol.

“Dalam lima tahun ini progresnya impresif, 700 kilometer, bicara akhir tahun ada 2.300 kilometer sudah operasi, tergantung cut off Oktober atau Desember,” ungkapnya.

Dalam lima tahun ke depan, pemerintah akan menuntaskan ruas Tol Trans Sumatera yang memilki panjang ruas 2.900 kilometer dengan penugasan PT Hutama Karya sepanjang 2.700 kilometer yang akan menghubungkan Aceh hingga Bakauheni.

Selain itu, ruas di Tol Trans Jawa akan tersambung hingga Banyuwangi, Jawa Timur, dan pekerjaan ruas tol di wilayah Jabodetabek yang diperkirakan mencapai 300 kilometer.

Danang menambahkan, setidaknya ada dua dampak dari pembangunan infrastruktur jalan tol. Pertama adalah untuk meningkatkan daya saing nasional dan jalur distribusi logistik menjadi lebih murah.

Di sisi lain, dampak yang juga dirasakan bagi pembangunan jalan tol yang sangat masif di daerah-daerah akan meningkatkan nilai tambah. Utamanya bagi kebangkitan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) karena bisa memanfaatkan setiap rest area sebagai showcase produk-produk andalan di daerah yang pada tujuan akhirnya untuk meningkatkan perekonomian.

“Misalnya, dari 2.300 kilometer, 1.000 kilometer di antaranya adalah di Jawa, hal itu secara tidak langsung akan menimbulkan manfaat ekonomi yang besar. Ini akan mengubah transformasi ekonomi Jawa, terutama logistik,” kata Danang. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close