Hebat! Peringkat Daya Saing Digital Indonesia Naik 6 Peringkat

Hebat! Peringkat Daya Saing Digital Indonesia Naik 6 Peringkat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indonesia kembali mencatatkan prestasi terbarunya dengan naik 6 peringkat di World Digital Competitiveness Ranking (WDCR). Kenaikan enam peringkat menunjukkan perbaikan performa Indonesia dibandingkan dengan tahun lalu.

Tahun ini, adalah tahun ketiga WDCR dirilis IMD. Pada dasarnya WDCR ingin mengukur kapasitas dan kesiapan 63 negara dalam mengadopsi dan melakukan eksplorasi pada teknologi digital sebagai pendorong transformasi bisnis, pemerintahan dan juga masyarakat luas.

Hasil dari studi tersebut menempatkan Amerika di posisi pertama sebagai negara dengan penguasaan teknologi digital yang sangat baik. Negara lain yang masuk ke dalam 5 besar yaitu Singapura, Swedia, Denmark dan Swiss.

Amerika menduduki peringkat pertama dengan skor sempurna 100, disusul Singapura pada posisi kedua dengan skor 99,373. Swedia nangkring di posisi ketiga dengan skor 96,070.

Di posisi keempat ada Denmark yang meraih skor 95,225 dan di posisi ke lima diduduki oleh Swiss dengan skor 94,648.

Baca Juga

Ada tiga negara dari Asia yang menduduki posisi sepuluh besar. Posisi tertinggi negara Asia diduduki oleh Singapura. Pada peringkat 8 ada Hong Kong SAR dengan skor 93,686.

Sementara itu negara Asia lainnya yang menempati peringkat 10 besar adalah Korea Selatan di peringkat 10 dengan skor 91,297.

Indonesia merupakan negara Asia yang juga menjadi objek studi dalam WDCR. Tahun ini Indonesia menduduki peringkat ke-56 dengan skor 58,011 atau naik 6 peringkat dibanding tahun lalu.

Pada 2018 Indonesia harus menduduki peringkat bontot yaitu 62. Pada tahun 2017 Indonesia juga berada di peringkat bontot yaitu 59.

Aspek yang diukur dalam studi tersebut ada tiga. Aspek pertama yaitu pengetahuan yang berfokus pada kapasitas suatu negara untuk memahami dan mempelajari teknologi baru.

Kedua, aspek terkait dengan kemampuan/kompetensi suatu negara untuk mengembangkan terobosan dan teknologi digital yang inovatif.

Faktor atau aspek ketiga yang diukur adalah tentang kesiapan suatu negara untuk mengembangkan teknologi digital di masa depan.

Selain ketiga aspek di atas, pada tahun ini IMD menambahkan dua variabel penilaian baru terkait dengan pengembangan teknologi robotik di suatu negara. (AR)