Nasional

Haul Ke-9 Gus Dur, Kwik Kian Gie Kaget Ditunjuk Menteri

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Peringatan haul ke-9 Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gis Dur) pada hari Minggu (16/12/2018) malam dihadiri sejumlah tokoh, salah satunya Kwik Kian Gie.

Menurut dik kandung Gus Dur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), mengatakan, Kwik Kian Gie didapuk menjadi pembicara pada malam puncak haul Gus Dur. Sejumlah cerita pun terungkap saat Kwik Kian Gie ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Ekonomi di era Gus Dur.

Selain Kwik, mantan Menteri Sekretaris Negera Bondan Gunawan juga diundang dalam cara tersebut. Berikut fakta di balik acara haul Gus Dur di Jombang:

Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), menjelaskan, pada puncak peringatan haul Gus Dur di Pesantren Tebuireng, mantan Menteri Koordinator Ekonomi era presiden Gus Dur, Kwik Kian Gie, dijadwalkan tampil sebagai pembicara.

Selain Kwik Kian Gie, ada mantan Menteri Sekretaris Negara pada Kabinet Persatuan Nasional, yakni Bondan Gunawan dan Imam Besar Masjid Istiqlal KG Nasarurddin Umar yang juga dijadwalkan hadir dan menjadi pembicara. “Mereka akan bicara pengalaman bersama Gus Dur.

Bagaimana pengalaman mereka, bagaimana mereka melihat sosok Gus Dur,” kata Gus Sholah saat ditemui di Pesantren Tebuireng, Sabtu (15/12/2018).

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari ini menambahkan, peringatan haul Gus Dur di Pesantren Tebuireng, selain dihadiri warga Nahdliyin, juga masyarakat lintas agama dan etnis. Gus Sholah mengatakan, Haul Gus Dur di Tebuireng merupakan forum netral dan tidak menyediakan ruang bagi aksi dukung mendukung menjelang Pilpres 2019.
“Kita cuma menyampaikan pengalaman orang yang pernah bekerja sama dengan Gus Dur,” ujarnya.

KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur merupakan presiden ke-4 RI, yang dijabat tahun 1999-2001. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1940.

Kwik Kian Gie ditunjuk oleh Gus Dur menjadi menteri koordinator bidang perekonomian dan keuangan pada tahun 1999. Jabatan itu dipegangnya hingga tahun 2000. Pengalaman ditunjuk sebagai menteri oleh Gus Dur menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Kwik Kian Gie.

“Betapa terkejutnya semua hadirin. Namun, sayalah yang paling terkejut karena tidak menyangka sedikit pun karena kedudukan menko ekuin diberikan kepada orang keturunan Thionghoa yang tidak mengganti namanya dan beristrikan orang Belanda,” kata Kwik di Pesantren Tebuireng, Minggu malam.

Kwik menjelaskan, penunjukan dirinya sebagai menteri ekuin diawali dengan proses pertemuan para pimpinan partai politik setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menetapkan Gus Dur dan Megawati sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Di mata pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, itu, Gus Dur merupakan sosok yang berani mengambil sikap dan risiko, selalu berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan rakyat, serta memiliki orientasi yang jelas dari setiap kebijakannya.

Menurut Kwik, keputusan-keputusan Gus Dur memang seolah muncul secara spontan. Namun, keputusan tersebut ternyata memiliki visi kuat dan orientasi yang jelas terkait langkah-langkah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan. Salah satunya, Gus Dur meminta agar sistem dan perilaku ekonomi di Indonesia tidak dilepaskan seluruhnya ke pasar bebas. Negara harus mengambil peran penting dalam pengaturan ekonomi.

“Gus Dur sudah mengetahui bahwa keadilan tidak bisa dicapai melalui kadar mekanisme pasar yang sebesar mungkin. Liberalisme yang dominan memang akan menghasilkan pertumbuhan yang cepat, tetapi juga disertai dengan ketidakadilan dan kesenjangan yang sangat besar,” kata Kwik.

Gus Dur memberikan petunjuk dasar kepada Kwik selaku menko ekuin agar merumuskan kebijakan ekonomi yang memberikan keadilan kepada rakyat.

“Saya diberi arahan olehnya (Gus Dur) tentang kebijakan dasar yang harus saya tempuh. Bahwa pemerintah harus adil, sebagai garda terdepan dan membela keadilan sosial yang sebelumnya didominasi oleh pelaku bisnis tertentu,” kata Kwik, seperti dikutip Kompas.com.

Sementara itu, dalam acara haul tersebut tampak sejumlah keluarga Gus Dur hadir, seperti Yenny Wahid, putri sulung Gus Dur; lalu adik kandung Gus Dur, Lily Wahid; serta KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Peringatan Haul Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) dilaksanakan di Pesantren Tebuireng, Jombang, Minggu (16/12/2018) malam. (JS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close