Nasional

Harun Masiku Diduga Bersembunyi di Toraja, Ketua KPK: Belum Ada Informasi

MAKASSAR, SENAYANPOST.com – Santer beredar isu tentang keberadaan tersangka kasus suap Harun Masiku di wilayah Sulawesi Selatan sejak 7 Januari 2020 sekembalinya dari Singapura.

Terakhir, Harun yang kini menjadi buronan KPK dikabarkan berada di Kabupaten Toraja. Menanggapi hal itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengaku belum menerima informasi terkait keberaan Harun.

Ia bahkan menyatakan belum mampu mendeteksi posisi Harun Masiku meski telah beredar sejumlah informasi terkait keberadaan kader PDIP tersebut.

“Sampai hari ini belum ada informasi itu. Kalau sudah tahu tempatnya, pasti akan kita datangi dan kita tangkap,” ungkap Firli saat melakukan kunjungan kerja di Makassar, Kamis (23/1/2020).

KPK kata Firli, telah melalukan berbagai upaya untuk menangkap Harun yang terlibat dalam kasus suap pada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

Kendati demikian, ketua komisi antirasuah itu mengaku tidak menutup ruang bagi siapapun yang memberikan informasi terkait keberadaan Harun Masiku. Pihaknya juga telah melakukan imbauan kepada masyarakat maupun keluarga jika saja mengetahui tentang Harun.

“Kami juga tegaskan, kepada tersangka supaya segera menyerahkan diri, karena kapanpun dia pasti akan kita cari dan akan kita tangkap,” jelas Firli.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo menyatakan Harun Masiku adalah DPO (daftar pencarion orang) KPK, sehingga secara teknis Polda Sulsel tidak akan menginfokan jika ikut melakukan pencarian. Menurut ibrahim, hal itu akan mengahambat proses mendapatkan tersangka tersebut.

“Biasanya kalau ada progres, KPK akan menginformasikan setelah ada penangkapan. Sebelum penangkapan pasti silent,” kata Ibrahim.

Terkait informasi keberadaan Harun Masiku di wilayah Sulsel, Ibrahim menyebut isu masih bersifat umum. Termasuk terkait informasi tentang Harun yang sebelumnya berada di kediaman istrinya di Kabupaten Gowa.

Ibrahim mengatakan, siapapun bisa menginfokan baik KPK sendiri, masyarakat umum dan ataupun pihak kepolisian.

“Soal kabar keberadaan buron sekarang di Toraja, itu juga masih isu. Tapi kita sudah informasikan untuk lidik. Tapi kan tentu tidak diinfokan, karena tertutup, kalau diinfokan ke publik kan malah salah,” ungkap Ibrahim.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close