Konsultasi Hukum

Harta Bersama dalam Perkawinan Poligami

Selamat pagi pengasuh konsultasi hukum, harta bersama adalah harta yang diperoleh selama perkawinan, apabila dalam perkawinan monogami terjadi pembagian harta maka suami dan istri masing-masing mendapat bagian ½ dari harta yang ada.

Yang manjadi pertanyaan adalah bagaimana cara perhitungan harta bersama apabila suami melakukan poligami dengan memiliki istri 3 dan bagaimana kedudukan istri pertama atas harta bersama sebelum suami melakukan perkawinan kedua, ketiga dan keempat ?

Martono, Jakarta

Jawaban

Memang terkait harta bersama bagi seorang suami yang memiliki istri lebih dari satu sering menimbulkan permasalahan bahkan dalam perhitungannya ada yang menyatakan tidak memberi keadilan bagi istri yang dinikahi lebih dahulu (kesatu) dengan berbagai alasan d antaranya di awal pernikahan isteri pertama biasanya yang merasakan penderitaan untuk membangun rumah tangga dan mengumpulkan harta.

Dalam menjawab pertanyaan Saudara, kami akan mendasarkan pada Kompilasi Hukum Islam (KHI), sebagaimana diatur dalam Pasal 94 yakni ;

(1). Harta bersama dari perkawinan seorang suami yang mempunyai isteri lebih dari seorang masing-masing terpisah dan berdiri sendiri.

(2). Pemilikan harta bersama dari perkawinan seorang suami yang mempunyai isteri lebih dari seorang sebagimana tersebut ayat (1) dihitung pada saat berlangsungnya akad perkawinan yang kedua, ketiga atau keempat

Harta bersama dalam perkawinan Poligami dalam KHI tersebut dipisahkan antara isteri pertama dengan isteri-isteri berikutnya. Untuk melindungi isteri pertama harta yang diperoleh suami selama dalam ikatan perkawinan adalah harta benda bersama milik suami dan istri pertama.

Kemudian apabila suami menikah lagi dan masih terikat perkawinan dengan istri pertama, maka perhitungan harta bersama menjadi hak suami, istri pertama dan istri kedua dan juga akan berlaku apabila suami melakukan perkawinan dengan istri ketiga dan keempat atau dengan kata lain harta bersama dalam perkawinan poligami dihitung sejak akad nikah kedua, ketiga dan keempat di langsungkan.

Memang ketentuan tersebut ada yang dianggap terasa tidak adil, karena bisa saja suami akan memberikan kepada istri kedua, ketiga dan keempat berupa tempat tinggal (rumah) dan barang bergerak lainnya sepanjang pemberiannya tidak melebihi 1/3 (sepertiga) dari harta bersama yang diperoleh dengan istri kedua, ketiga dan keempat selama dalam perkawinan. Harta yang diberikan harus keluarkankan dari perhitungan harta bersama.

Dengan demikian sangat jelas menurut ketentuan Kompilasi Hukum Islam, istri pertama tetap mendapat perlindungan hukum terhadap harta bersama yang diperoleh sampai batas berlangsungnya perkawinan berikutnya.

Demikian jawaban ini, semoga bermanfaat.

Supriyadi Adi,S.H,M.H/Pengacara
Pembina LKBH INTAN Lampung

KOMENTAR
Tags
Show More
Close