Tak Berkategori

Haris Sudarno Sudah ke Golkar, Kok Masih Ngrecokin PKPI

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Imam Anshori Saleh menyayangkan tindakan Haris Sudarno yang masih merecoki PKPI.

“Dia kan sudah resmi masuk pengurus DPP Golkar. Kok tiba-tiba membuat pernyataan bahwa dualisme di PKPI masih belum berakhir. Itu seperti orang yang memgigau dalam tidur,” kata Imam menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta Selasa (17/4/2018).

Sebelumnya Haris Sudarno Selasa siang.(17/4/2018) menggelar jumpa pers menyebut masih adanya dualisme di PKPI. Hal ini dibantah Imam Anshori Saleh.

Karena saat ini pengurus yang diakui pemerintah melalui Surat Keputusan Menkumham adalah PKPI di bawah pimpinan AM Hendropriyono dan Imam Anshori Saleh.

KPU juga menyatakan PKPI pimpinan Hendropriyono sebagai peserta Pemilu 2019 dengan nomor urut 20.

“Haris dan kawan-kawannya ngotot menggugat ke Bawaslu tapi ditolak juga, karena yang dinilai sah ya PKPI kami,” kata Imam.

Calon-calon kepala daerah dalam Pilkada serentak 2018 yang diusung PKPI Hendro-Imam semua diterima KPUD di seluruh Indonesia. Haris dan kawan-kawannya mencoba mengajukan calon tapi selalu kandas, karena tidak memiliki legalitas.

“PTTUN Jakarta juga mengakui PKPI kami. Lalu di mana letak dualismenya?” tanya Imam.

Mantan Wakil Ketua Komisi Yudisial itu kemudian menunjukkan copy susunan pengurus DPP Golkar terbaru, di situ Haris Sudarno tercantum sebagai salah satu anggotanya.

“Saya sudah cek kepada kawan pengurus di DPP Golkar, diakui memang Haris Sudarno masuk di anggota Dewan Pakar,” lanjut Imam.

Haris Sudarno memang terpilih sebagai Ketua Umum PKPI dalam apa yang mereka sebut Kongres Luar Biasa di Hotel Grand Cempaka Jakarta pada Agustus 2016, tapi kepengurusannya tidak kunjung diakui oleh Kemenkumham karena dinilai tidak sah, tidak diselenggarakan dan dihadiri oleh Ketua Umum yang sah, yakni Isran Noor.

KLB yang sah menurut Kemenkumham adalah KLB yang diselenggarakan di Hotel Milenium pada Agustus 2016 juga yang secara aklamasi memilih Hendropriyono sebagai Ketua Umum. Setelah itu semua pengurus daerah PKPI di seluruh Indonesia masuk ke dalam barisan AM Hendropriyono.

“Jadi Haris Sudarno kini tinggal bersama segelintir orang yang enggan bergabung ke PKPI kami. Sudah kita ajak bergabung tetap enggan sampai hari ini,” Imam menambahkan.

Kendati demikian menurut mantan anggota DPR-RI itu PKPI pimpinan Hendropriyono masih membuka pintu andai Haris Sudarno dan kawan-kawannya masih berminat di PKPI.

“Kebetulan dalam waktu dekat kami akan menggelar KLB. Pak Haris datang dan ikut saja mencalonkan diri sebagai Ketua Umum, kalau memang berani,” Imam mengakhiri keterangannya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close