Internasional

Hari Kedua Gencatan Senjata, Afghanistan Bebaskan 100 Tahanan Taliban

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah Afghanistan melepaskan 100 tahanan Taliban, sebagai respons terhadap hari kedua gencatan senjata Idul Fitri. Terhentinya baku tembak untuk sementara, momen kedua dalam konflik berusia 19 tahun, berlangsung selama tiga hari terhitung.

Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani tak hanya menyambut gencatan senjata Idul Fitri itu dengan mengumumkan rencana melepaskan 2.000 tahanan Taliban. Ghani juga menyatakan, jajarannya siap menggelar perundingan damai dengan kelompok itu, yang bisa menjadi kunci penting mengakhiri konflik.

“Pemerintah Afghanistan mengumumkan hari ini melepaskan 100 tawanan dari Penjara Bagram,” jelas juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Javod Faisal.

Dia menerangkan, pelepaasan tawanan itu untuk membantu “proses perdamaian”, dan akan terus melanjutkannya hingga 2.000 tahanan dilepaskan. Dilansir AFP, Faisal menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk membebaskan sedikitnya 100 tahanan setiap hari.

“Kami harap cara ini akan mengantarkan kepada perdamaian, yang jelas layak didapatkan oleh rakyat Afghanistan,” papar Faisal.

Di kota Kunduz, di mana kelompok pemberontak itu menyerang beberapa hari lalu, ketenangan terjadi dengan warga merayakan Lebaran.

“Baru dua hari lalu kepanikan terjadi di kota ini. Namun sekarang, warga keluar seolah tak terjadi perang dan merayakan Idul Fitri,” kata Atiqullah, seorang pedagang.

“Gestur niat baik”

Ketenangan dan kehidupan normal juga terjadi di Provinsi Uruzgan, di mana hampir setiap hari selalu terdengar baku tembak. “Namun sejak gencatan senjata diumumkan, tidak ada suara tembakan yang terdengar,” ujar Haji Lal Agha, Kepala Polisi Provinsi Uruzgan.

Laporan terjadinya pertempuran juga tak terjadi di Kandahar, yang pernah menjadi basis Taliban, maupun Provinsi Khost di tenggara. Namun bom yang dipasang di tepi jalan dilaporkan meledak, dan menewaskan tiga anak serta ibunya ketika mereka melintas dengan mobil di Kandahar.

Kemudian di Provinsi Badakshan, Taliban mengklaim mereka terpaksa membalas serangan dari pasukan pemerintah, dengan tiga polisi tewas. Juru bicara kementerian dalam negeri Tareq Anan menjelaskan, secara umum tidak ada insiden besar, hanya terdapat letupan kecil.

Anan namun mengatakan, saat ini mereka tengah menginvestigasi serangan mortar sehari sebelumnya di Laghman, yang membunuh lima warga sipil. Kekerasan meningkat sejak kelompok pemberontak meneken kesepakatan penarikan pasukan dengan AS, di mana penarikan itu bakal terjadi tahun depan.

Kesepakatan itu juga memberi panggung bagi perundingan intra-Afghanistan, di mana Kabul harus melepaskan 5.000 tahanan, dengan milisi melepaskan 1.000 pasukan pemerintah.

Sebelum pengumuman Minggu sebagai bentuk “gestur niat baik”, Kabul sudah melepaskan 1.000 tawanan, pemberontak membebaskan 300 tentara. Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen di Twitter berujar, pemerintah harus melepaskan 5.000 tahanan sebagai persetujuan penawaran dengan AS.

“Proses ini harus segera diselesaikan untuk menghapus kerikil dalam rangka melanjutkan negosiasi intra-Afghanistan,” jelas Shaheen. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyambut langkah itu. Namun, dia menegaskan tawanan yang dibebaskan tak boleh kembali ke medan perang.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close