Ekonomi

Harga Emas Merosot Rp4.000 Jadi Rp751 Ribu per Gram

JAKARTA, SENAYANPOST.com -Menjelang akhir pekan, harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam merosot cukup dalam, yakni Rp 4.000 hingga membuatnya berada di posisi Rp751 ribu per gram pada Jumat (23/8). Sehari sebelumnya, pada Kamis (22/8), harga emas Antam berada pada posisi Rp755 ribu per gram.

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam turun Rp1.000 dari Rp684 ribu per gram menjadi Rp683 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp402 ribu, 2 gram Rp1,45 uta, 3 gram Rp2,16 juta, 5 gram Rp3,59 juta, 10 gram Rp7,12 juta, 25 gram Rp17,7 juta, dan 50 gram Rp35,33 juta. 

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,6 juta, 250 gram Rp176,25 juta, 500 gram Rp352,3 juta, dan 1 kilogram Rp705,6 juta.

Harga jual tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX sebesar US$1.506,7 per troy ons atau melemah 0,12 persen dari sore kemarin, Kamis (22/8). Sedangkan harga emas di perdagangan spot berada di posisi US$1.495,72 per troy ons atau melemah 0,16 persen dari kemarin.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas akan kembali terkoreksi pada hari ini karena menanti Simposium Jackson Hole yang diadakan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. 

Ini merupakan perhelatan yang telah ditunggu-tunggu pasar karena Gubernur The Fed Jerome Powell akan memberikan proyeksi kebijakan moneternya.

“Pasar masih menunggu, sementara harga emas cenderung korektif di bawah US$1.500 per troy ons dan bergerak di dalam kisaran yang sempit,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/8).

Menurutnya, sentimen ini tetap muncul, meski Powell sudah memberikan pernyataan yang bernada tidak agresif atau dovish pada The Fed Minutes kemarin. Artinya, pasar tetap menanti perubahan sikap The Fed.

Sementara, sentimen lain dari kawasan Eropa misalnya, tidak ada yang benar-benar mempengaruhi pergerakan harga komoditas ini. Ariston memproyeksi harga emas dunia akan resistance di posisi US$1.504 per troy ons dan support di US$1.492 per troy ons pada hari ini.

“Tapi meredanya kekhawatiran terhadap resesi di AS juga membantu pelemahan harga emas,” katanya.

Senada, Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan pasar masih menanti pernyataan Powell di Jackson Hole karena masih mempertanyakan apakah The Fed perlu bersikap dovish pada kondisi ekonomi saat ini. Kendati begitu, ia melihat sentimen ini tidak menekan harga emas cukup dalam.

“Karena harga emas terbantu rilis data manufaktur AS yang terkontraksi, sehingga emas masih tidak akan terkoreksi jauh dan masih bergerak di kisaran level psikologis US$1.500 per troy ons,” terang dia.

Suluh memperkirakan harga emas dunia akan resistance di posisi US$1.505 per troy ons dan support di US$1.495 per troy ons pada hari ini.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close