Lintas Daerah

Hampir 3 Ribu Balita Sukabumi Terserang Paru-paru Basah

SUKABUMI, SENAYANPOST.com – Pengelola Program Penanganan Insfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)Dinkes Kabupaten Sukabumi, Toto Joko Marsanto, mengungkapkan, terhitung sejak Januari hingga Agustus 2018, hampir tiga ribuan anak balita di daerah ini terserang penyakit paru-paru basah atau pneumonia.

“Paru-paru basah merupakan bagian dari Insfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang biasanya menyerang balita saat perubahan musim, kondisi cuaca yang tidak menentu serta lingkungan yang tidak bersih,” kata Toto Joko Marsanto, di Sukabumi, Jumat(14/9/2018).

Ia menambahkan, dari 2.922 balita yang terserang pneumonia itu pada Januari 494 balita, Februari 360 balita, Maret 330 balita, April 362 balita, Mei 328 balita, Juni 312 balita dan Juli 347 balita, Agustus 389 balita.

Menurutnya, angka kasus pneumonia di Sukabumi jumlahnya tidak terlalu tinggi. Namun demikian, setiap orang tua wajib memantau kesehatan anaknya khususnya balita karena penyakit ini menyerang paru-paru yang jika telat penanganannya bisa berdampak kepada kesehatannya.

Maka dari itu, orang tua harus tahu gejalanya dan deteksi dini anaknya. Cara yang paling mudah mendeteksinya yakni yakni menghitung napas balita yang rata-rata 60 kali/menit. Selain itu, periksa kondisi suhu tubuh anak serta cairan yang keluar dari mulut maupun hidungnya.

“Atau lebih baik bawa ke sarana kesehatan baik Puskesmas, klinik maupun rumah sakit agar bisa segera mendapatkan penanganan dari pihak medis. Sebab penyakit paru-paru basah cukup berbahaya jika telat pengobatan,” katanya.

Toto mengatakan untuk antisipasinya, jauhkan anak dari asap rokok dan selalu melakukan progam hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memberikan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh anak. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close