Hakim Jatuhkan Hukuman 2,5 Tahun Penjara untuk Penguntit Taylor Swift

Hakim Jatuhkan Hukuman 2,5 Tahun Penjara untuk Penguntit Taylor Swift
Taylor Swift (foto Instagram)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Eric Swarbrick, penguntit yang selama ini mengganggu Taylor Swift, akhirnya diberi hukuman penjara. 

Mengutip Just Jared, Kamis (17/9/2020), Forbes melaporkan bahwa hakim federal di Nashville, telah mengganjar Eric Swarbrick dengan hukuman 30 bulan atau 2,5 tahun penjara. Tak hanya itu, Eric juga akan diawasi selama tiga tahun lamanya setelah nanti bebas dari penjara.

Eric dinyatakan bersalah karena menguntit dan mengirim email yang mengancam kepada eks label yang menaungi Taylor, Big Machine Records. Label rekaman mulai menerima surat dari Eric pada 2018.

Dalam suratnya, Eric meminta CEO Big Machine Records, Scott Borchetta untuk memperkenalkannya kepada Taylor Swift. Menurut laporan pengaduan, Eric telah mengirim lebih dari 40 surat dan email, yang lama kelamaan semakin kasar dan berbau seksual.

Tak cukup sampai di situ, Eric bahkan pernah 3 kali menyetir langsung dari kediamannya di Texas ke Nashville hanya untuk mengirimkan suratnya secara langsung. Ia kemudian ditangkap setelah berkeliaran di aula kantor Big Machine Records.

Alih-alih kapok, Eric malah terus menghubungi Big Machine Records dan mengatakan dirinya akan memperkosa dan membunuh Taylor. Eric juga dilaporkan sempat mengancam akan bunuh diri di depan Scott dan para staf label rekaman tersebut.

Eric bukanlah stalker pertama Taylor Swift. Pada 2018, penguntit Taylor lainnya, Mohammed Jaffar juga akhirnya harus diganjar hukuman penjara selama 6 bulan dan 5 tahun dalam masa percobaan. Ia ditangkap di gedung apartemennya, karena pencurian, penguntitan, dan tindakan masuk menerobos tanpa izin.