Hailey Bieber Pernah Sampai Minta Bantuan Terapis karena Jadi Korban Bully

Hailey Bieber Pernah Sampai Minta Bantuan Terapis karena Jadi Korban Bully
Pasangan artis Justin Bieber dan Hailey Bieber (Getty Images/AFP)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Hailey Beiber kerap menjadi perbincangan dalam beberapa tahun terakhir. 

Menikahi bintang pop dengan jutaan penggemar di dunia seperti Justin Bieber tentunya membuat model bernama lengkap Hailey Rhode Baldwin itu punya banyak haters atau orang-orang yang membencinya. 

Para haters melampiaskan kecemburuan dan kebencian mereka lewat berbagai media sosial. 

Sekuat apapun dukungan yang dimiliki Hailey, mulai dari karier modeling, dukungan kecantikan, suami terkenal, keluarga terkenal, hingga sahabat para pesohor, Hailey tetap pernah mengalami masalah dengan kesehatan mentalnya gara-gara jadi korban bully para haters. 

Seorang penggemar Selena Gomez, misalnya, pernah mengunggah sebuah video yang menghasut orang-orang untuk membanjiri Instagram Live Hailey dengan pertanyaan seputar Selena. 

Adapun Selena sebelumnya pernah berkencan dengan Bieber selama tujuh tahun, meskipun keduanya putus nyambung. Begitu buruknya bullying yang diterima Hailey hingga ia pernah mencari bantuan profesional. 

"Aku harus menyelesaikan banyak hal ini dengan seorang terapis, karena itu sampai pada titik di mana mereka (para haters) menjadi terlalu gila bagiku, dan aku benar-benar cemas sepanjang waktu," ungkapnya dikutip Kompas.com dari Evening Standard. 

Hailey menyebutkan, hal yang paling mengganggunya adalah bagaimana orang-orang yang membencinya tersebut seolah benar-benar ingin dirinya menjadi orang yang tidak baik. 

"Mereka mengharapkan saya untuk menjadi jahat dan mereka menyebut saya perempuan jalang."

"Kalian bahkan belum pernah bertemu denganku secara langsung, kalian tidak mengenalku," kata perempuan kelahiran 22 November 1996 itu. 

Hailey memahami dirinya adalah pribadi masih bertumbuh dan masih terus membuat kesalahan. Namun, hidup di lingkungan yang tidak mendukung perkembangan seseorang menurutnya begitu tidak sehat. 

"Hidup dalam budaya di mana orang-orang secara konsisten berkata: "Kamu melakukan ini-itu, jadi kamu salah", itu mentalitas yang sangat, sangat beracun," katanya. 

Meski begitu, saat ini dia sudah semakin mampu menghadapi para haters. Menurut Hailey, banyak orang di media sosial memproyeksikan rasa tidak aman (insecurity) mereka sendiri pada seseorang, dalam hal ini Hailey menjadi salah satunya. 

"Dan mereka hanya berbohong. Mereka membuat semua kebohongan gila dan aneh yang bisa sangat mengganggu kesehatan mentalmu sendiri," ujar dia.

Baginya, 2020 adalah tahun bertumbuh. Mengawali masa penguncian (lockdown) dengan mengasingkan diri di Los Angeles bersama sang suami, ia merasa dirinya begitu diberkati dan beruntung dapat menemukan beberapa momen kegembiraan di tahun itu. 

"Untuk lebih bersyukur atas hal-hal dalam hidup yang sebelumnya ku anggap remeh," tambah Hailey. 

Mengenai rencana di 2021, Hailey menolak membeberkannya sekarang. Menurutnya, ada beberapa hal yang ingin dicapainya, termasuk dalam hal bisnis yang akan diluncurkan. 

Ia juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang dicintainya, sebab itulah yang membuatnya bahagia. 

"Ku harap 2021 membawa lebih banyak kebaruan," kata Hailey.