Hadapi Status Gunung Merapi, Pemkab Sleman Siagakan Pengungsian

Hadapi Status Gunung Merapi, Pemkab Sleman Siagakan Pengungsian
Barak pengungsian

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com - Menghadapi kenaikan status Gunung Merapi dari Waspada ke Siaga, Pemkab Sleman menyiagakan barak pengungsian khususnya di Desa Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan.

“Dalam suratnya BPPTKG menyebutkan ada tiga dusun di Kapanewon Cangkringan yang berpotensi terancam bahaya Merapi, kami segera menyiapkan barak pengungsian,” kata Sekda Kabupaten Sleman Harda Kiswoyo, Jumat (6/11/2020).

Ia menjelaskan, warga Dusun Kalitengah Lor lebih menyukai mengungsi di Barak Balai Desa Glagaharjo. Meski ada barak lainnya, ujarnya, Pemkab Sleman kemudian menyiapkan barak yang ada di Glagaharjo.

Keduanya menambahkan, meski rata-rata barak mampu menampung hingga 300 pengungsi namun nantinya hanya akan diisi tidak sampai 50 persen dari kapasitas. Hal itu, ujar Harda, agar tidak terlalu padat dan dapat ditata sesuai jarak yang aman menurut protokol kesehatan.

Barak-barak yang rata-rata dibangun lebih dari lima tahun lalu itu, imbuhnya juga akan dilengkapi dengan sarana cuci tangan sebagai bagian dari kelengkapan protokl kesehatan.

Harda juga menambahkan pada langkah awal, jika diperlukan  pengungsian, maka kelompok rentan akan diungsikan terlebih dahulu.

“Kelompok rentan ini antara lain lansia, difabel, ibu dan anak balita atau ibu hamil,” katanya. Jumlahnya, ujarnya di Kalitengah Lor sekitar 100-an orang.

Selain menyiapkan barak pengungsian untuk orang, kata Suparmono, juga akan disiapkan tempat pengungsian ternak yang tempatnya berdekatan dengan barak pengungsian warga.

Menurut Suparmono, warga lereng Gunung Merapi yang kebanyakan adalah peternak, tidak ingin jauh dari ternaknya. 

“Karena itu kami siapkan lapangan di depan barak pengungsian yang akan digunakan untuk pengungsian ternak,” katanya. (AS)