Ekonomi

Hadapi Perang Dagang AS-China, Posisi Indonesia Tak Terlalu Buruk

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Meski terdampak perang dagang Amerika Serikat-China, posisi Indonesia tidak akan terlalu buruk.

Pertumbuhan perekonomian masih akan terjadi meski ada pelambatan. “Tidak terlalu buruk,” kata Deputi Senior Bank Indonesia Destry Damayanti di Yogyakarta, Senin (26/8/2019).

Saat menyampaikan pidato kunci Seminar Nasional Dinamika Perekonomian Indonesia di Tengah Perang Dagang yang digelar di Yogyakarta, Destry lebih jauh mengemukakan, sudah dipastikan secara perlahan Presiden Donald Trump akan memberlakukan tarif.

Dari berbagai kondisi perang dagang itu, katanya yang akan paling terdampak adalah produk pertanian.

Menurut dia, dalam situasi semacam ini kita semua dituntut untuk kreatif dan Bank Indonesia akan mengeluarkan kebijakan yang mendukung.

Sementara Onny Widjanarko dari Departemen Komunikasi Bank Indonesia menjelaskan, Indonesia masih punya peluang.

Ia menyebutkan, dampak dari perang dagang itu, posisi Indonesia tidak terlalu buruk meski tidak terbaik.

“Misalnya tiba-tiba perusahaan Amerika yang ada di China harus direlokasi, atau perusahaan China yang ada di Amerika harus direlokasi, Indonesia masih bisa mendapat peluang menjadi tempat relokasi. Meski tidak sebaik Vietnam,” katanya.

Demikian pula, Indonesia masih berpeluang untuk mengembangkan industtri manufaktur, termasuk yang terkait dengan otomotif. “Tidak keseluruhan tetapi bisa mengembangkan part kendaraan,” katanya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close