Hadapi COVID-19, Istri Tom Hanks Alami Demam, Hilang Indra Perasa, Mual, hingga Vertigo

Hadapi COVID-19, Istri Tom Hanks Alami Demam, Hilang Indra Perasa, Mual, hingga Vertigo

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pengalaman menghadapi COVID-19 diungkapkan aktris Rita Wilson yang juga istri Tom Hanks yang telah dinyatakan sembuh. Beberapa waktu lalu Rita Wilson menemani sang suami syuting film terbaru di Australia. Di benua itu, keduanya dinyatakan positif terinfeksi Corona COVID-19.

Seperti Tom Hanks, Rita Wilson pun ikut berbagi kisahnya berjuang sembuh dari infeksi COVID-19. Pada CBS This Morning yang dipandu Gayle King, Rita menceritakan juga gejala awal yang dialami. Ia menyebut, mengalami demam seperti yang tak pernah dialami sebelumnya.

“Melihat ke belakang, aku menyadari bahwa aku kehilangan indra perasa dan penciuman, yang pada saat itu tak kusadari,” Rita Wilson mengingat-ingat pengalamannya, melansir laman People.

Rita mengaku mengalami demam tinggi, mendekati 102 Fahrenheit atau 38,8 derajat Celsius. Dokter memberinya obat immunosupresif chloroquine. Namun Rita Wilson merasa efek obat tersebut sangat ekstrem.

“Aku merasa sangat mual dan mengalami vertigo,” ujarnya. “Aku tak bisa berjalan dan otot-ototku terasa sangat lemah. Kupikir orang harus sangat berhati-hati terhadap obat itu. Kita tidak tahu apakah itu membantu dalam kasus ini,” lanjutnya.

Kini Rita Wilson dan Tom Hanks telah kembali ke Los Angeles setelah sebelumnya menjalani isolasi di sebuah rumah sakit lokal di Australia selama 3 hari dan isolasi mandiri 14 hari. Meski telah pulang ke negaranya, Tom Hanks dan Rita Wilson tetap membatasi diri bertemu dengan orang lain. Hanks diketahui memandu acara Saturday Night Live at Home pada 11 April lalu dari kediamannya.

Wilson dan Hanks juga memutuskan untuk membantu orang lain memerangi infeksi COVID-19 dengan ambil bagian dalam sebuah studi. Saat ini, mereka tengah menunggu konfirmasi apakah antibodi mereka bisa membantu pasien lain.

“Baru-baru ini kami ikut ambil bagian dalam sebuah studi di mana kami mendonasikan darah kami dan menungggu kabar apakah antibodi kami bisa membantu mengembangkan vaksin,” jelas Rita Wilson.

“Tapi bila kami juga tengah memastikan apakah bisa mendonasikan plasma kami bagi orang lain yang menderita karena virus itu kaena kami imun,” tutupnya. (WS)