Hukum

Gus Dur Pernah Perintahkan Penangkapan Sofjan Jacoeb

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di masa lalu sudah mencium gelagat tak beres pada Sofjan Jacoeb. Karena itu Gus Dur langsung memerintahkan pendisiplinan terhadap Sofjan yang kini terjerat dalam kasus makar.

Pembangkangan Sofjan sudah terendus keras oleh Gus Dur yang sudah melihat aksi nekat dan indisipliner yang terang-terangan dilakukan oleh Sofjan pada masanya. Karena itu Gus Dur semasa menjabat jadi presiden pernah mengeluarkan tindakan yang termasuk berani pada masanya.

Kini, eks Kapolda Metro Jaya Irjen (Purn) Sofjan Jacoeb ikut-ikutan mantan purnawiran TNI lainnya untuk merongrong Pemerintah. Sofjan diduga ikut melakukan aksi makar dan kini jadi tersangka dalam kasus tersebut.

“Ya betul hari ini ada pemanggilan Pak Sofjan Jacoeb sebagai tersangka di Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (10/6/2019).

Jacob diduga menyebarkan seruan makar melalui sebuah video.

“Ucapan, ada yang ucapan berupa video ada juga di sana,” katanya.

Semasa kampanye Sofjan getol mengampanyekan Prabow-Sandi. Dia juga menyatakan bahwa aksi 22 Mei itu bukan aksi makar.

Dia mengaku dia ingin berjuang untuk kemenangan Prabowo-Sandi agar ada perubahan. Dia mengklaim bahwa ini kebebasan berpendapat dan dijamin undang-undang. Dia sendiri menyerukan demo damai, super damai dan simpatik.

Gus Dur pada 2001 memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan Agum Gumelar dan Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Chaeruddin Ismail untuk mengambil tindakan hukum terhadap Kapolri nonaktif Jenderal Polisi Surojo Bimantoro dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Sofjan Jacoeb.

Langkah itu diambil untuk menegakkan disiplin. Pernyataan itu diungkapkan Juru Bicara Kepresidenan Yahya Cholil Staquf dalam jumpa pers di Bina Graha Jakarta, Kamis (12/7).

Yahya mengatakan, bila tindakan hukum ini menghendaki penangkapan terhadap dua jenderal tersebut, Menko Polsoskam dan Wakapolri wajib menindaklanjuti perintah tersebut. Bimantoro dinilai telah melakukan tindakan insubordinasi, tidak mematuhi perintah atasan.

“Untuk itu, Presiden perintahkan Menko Polsoskam Agum Gumelar dan Wakapolri untuk mengambil tindakan tegas secara hukum terhadap pelaku-pelaku insubordinasi,” kata Yahya.

Presiden Wahid menyesalkan pernyataan Kapolda Sofjan, akan menangkap Presiden dan Wakapolri. Gus Dur juga menyayangkan rapat-rapat yang dihadiri sejumlah jenderal Polri di rumah dinas Bimantoro.

Lantas bagaimana komentar Sofjan Jacoeb? “Saya jawab ha ha ha, ketawa aja,” kata Sofjan.

Sofjan mengaku tidak mengetahui berita itu karena sedang berada di Sekolah Kepolisian Negara Lido, Jawa Barat. Dalam wawancara telepon dengan Rosianna Silalahi, Sofjan menegaskan, tidak pernah membangkang terhadap Presiden Wahid.

“Tunjukan dimana subordinasi itu,” kata mantan Kapolda Sulawesi Selatan itu.

Sofjan mengakui bertemu dengan Kapolri Bimantoro hampir setiap hari. Sebab, sebagai penanggung jawab keamanan di Jakarta, Sofjan wajib melaporkan situasi Ibu Kota.

“Kami tidak pernah membahas pengangakatan Kapolri Bimantoro. Kita juga tidak pernah menolak Wakapolri Chaeruddin. Kita hanya minta konstitusi ditegakkan,” ujar Sofjan, menegaskan.

Karena itu, Sofjan bersedia diperiksa. “Silakan saja. Dengan senang hati saya ingin bekerja sama,” kata Sofjan.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close