Terorisme

Guru Ngaji Diimbau Tak Ajarkan Paham Radikal

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Guru mengaji diimbau tidak mengajarkan paham radikal pada muridnya. Hal itu dikatakan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin untuk merespons peristiwa bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh Rabbial Muslim Nasution di Mapolrestabes Medan, beberapa waktu lalu.

Rumah yang diduga milik guru mengaji Rabbial Muslim Nasution telah digeledah Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Namun saat penggeledahan yang bersangkutan sudah tidak ada di lokasi.

“Penyelidikan saya kira perlu, sebab kita harus tau ya, sumber terjadinya radikalisme itu dari mana. Oleh karena itu semua kita harus tahu sumber-sumber itu,” ucapnya di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

“Kalau memang sumbernya dari guru ngaji, maka guru ngaji ini harus menjadi perhatian kita, untuk dalam rangka tentu deradikalisasi. Jangan guru ngaji mengajarkan pelajaran-pelajaran atau paham-paham radikal,” jelasnya.

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif ini juga berpandangan sertifikasi guru mengaji belum diperlukan saat ini. “Lalu apakah perlu sertifikasi guru ngaji saya kira belum, kita belum memikirkan pentingnya sertifikasi guru ngaji itu ya,” tandasnya.

Ma’ruf mengaku belum memikirkan sertifikasi untuk guru mengaji. Yang paling penting, dia mengatakan, jangan sampai ada guru mengaji yang mengajarkan paham radimal kepada muridnya. Guru mengaji mesti mengajarkan ajaran agama yang moderat.

“Jadi kita pada upaya jangan sampai ada guru ngaji yang mengajarkan paham radikal, itu intinya, bukan pada sertifikasinya. Bahwa guru ngaji ini harus mengajarkan ajaran yang moderat, ajaran yang wasathiyah,” pungkasnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close