Peristiwa

Gunung Anak Krakatau Alami Kegempaan Letusan 63 Kali

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Sepanjang Jumat (19/10/2018) sampai dengan Sabtu (20/10/2018) dini hari, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami 63 kegempaan letusan.

“Pengamatan 19 Oktober pukul 00.00 WB sampai dengan pukul 24.00 WIB, menunjukkan gunung menampakkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25 meter di atas puncak kawah,” ujar Petugas Badan Geologi, PVMBG Kementerian ESDM, Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Windi Cahya Untung, Sabtu (20/10/2018).

Ia menjelaskan, sepanjang pengamatan, Gunung Anak Krakatau yang memiliki ketinggian 338 meter dari permukaan laut itu mengalami kegempaan letusan 63 kali, amplitudo 41-58 mm, durasi 22-117 detik.

Vulkanik dangkal 12 kali, amplitudo 10-24 mm, durasi: 6-14 detik. Vulkanik dalam 5 kali, amplitudo 38-57 mm, S-P: 1.2-2.3 detik, durasi 6-20 detik. Tremor menerus 4-55 mm dominan 5 mm.

Untuk cuaca dilaporkan cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah utara dan timur. Suhu udara 25-33 derajat Celsius, kelembapan udara 56-89 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Visual pada malam hari dari CCTV dilaporkan tertutup kabut. Selain itu terdengar suara dentuman di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau sepanjang Kamis (18/10/2018) hingga Jumat (19/10/2018) dini hari mengalami 49 kali aktivitas kegempaan berupa letusan dan lontaran material pijar.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hal itu teramati dari CCTV pada Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 18 Oktober 2018, pukul 00.00-24.00 WIB

Petugas Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Deny Mardiono, menyebut aktivitas kegempaan gunung api di Selat Sunda dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut itu meletus 49 kali dengan amplitudo 30-58 mm, durasi 17-100 detik.

Sementara tremor harmonik 1 kali, amplitudo 15 mm, durasi 10 detik dan tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-35 mm (dominan 5 mm).

Data lain menyebut, terjadi vulkanik dangkal 15 kali, amplitudo 8-35 mm, durasi 5-15 detik serta vulkanik dalam 19 kali, amplitudo 29-55 mm, durasi 10-22 detik.

Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini tetap ada di Level II (waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close