Hukum

Gugatannya Ditolak, Pegawai KPK Justru Sambut Positif Keputusan PTUN

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta kembali menolak gugatan lain dari pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditujukan kepada pimpinan. Alih-alih kecewa ditolak, penggugat justru menyambut positif keputusan majelis hakim.

Gugatan ini diajukan oleh Direktur Pembinaan Jaringan Kerja dan Antarkomisi dan Instansi, Sujanarko; Koordinator Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Dian Novianthi; dan Kepala Satuan Tugas Pembelajaran Internal pada Pusat Edukasi Antikorupsi, Hotman Tambunan. Gugatan mereka terdaftar dengan nomor perkara 213/G/2018/PTUN-JKT tertanggal 17 September 2018.

“Menolak gugatan para penggugat terhadap objek sengketa,” ucap Ketua Majelis Hakim Nelvy Christin di PTUN Jakarta saat memutus gugatan tiga pegawai KPK, Senin (11/3), yang dikutip dari CNN Indonesia.

Sujanarko, sebagai salah satu penggugat, menyebut bahwa menang-kalah dalam persidangan ini bukan tujuannya bersama kolega mengajukan gugatan. Alhasil, Sujanarko sangat menyambut pertimbangan hakim dalam putusan ini meski secara umum gugatan mereka ditolak.

“Walaupun kita diberi kesempatan waktu untuk banding tentu itu akan kita kaji secara internal. Tapi yang paling pokok adalah hakim telah memberikan beberapa pertimbangan kebijakan-kebijakan untuk me-review apa yang kita gugat di pengadilan dan itu penting banget bagi lembaga KPK,” jelas Sujanarko usai sidang di Gedung PTUN, Jakarta, Senin.

Majelis hakim dalam pembacaan putusan menganggap status hukum Surat Keputusan 1426 Tahun 2018 sebagai objek gugatan sudah gugur seiring terbitnya peraturan pengganti yakni Peraturan Pimpinan KPK RI Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penataan Karier Pegawai di Lingkungan KPK. Ihwal penundaan rotasi untuk tiga pegawai juga tidak dipenuhi hakim, karena saat ini ketiganya sudah menempati jabatan baru.

Namun, hakim Nelvy memberi pandangan berbeda dalam putusan ini. Ia memandang penerbitan SK 1426 dan SK rotasi tidak memenuhi standar rotasi dan mutasi di KPK.

“Hari ini saya bahagia banget. Yang membuat saya bahagia adalah pertimbangan hakim, khususnya yang dissenting opinion. Itu akan kita kaji di internal KPK dan menjadi rujukan perbaikan-perbaikan KPK di dalam,” imbuh Sujanarko.

Pada kesempatan yang sama, Sujanarko menegaskan bahwa sudah tak ada lagi konflik di tubuh KPK. Ia meyakini dalam perkara ini semua pihak hanya ingin memperkuat KPK.

“Jadi pembelajaran di PTUN Jakarta ini akan jadi referensi dan pijakan di masa depan. Jadi tidak hanya untuk pimpinan yang sekarang, siapa pun yang memimpin harus mempertimbangkan pertimbangan hakim,” pungkas Sujanarko.

Sebelum memutus gugatan Sujanarko dkk., PTUN Jakarta juga menggelar sidang putusan untuk gugatan Wadah Pegawai KPK terhadap pimpinan KPK. Serupa dengan gugatan Sujanarko dan kolega, majelis hakim juga menolak gugatan tersebut. (MU)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close