Gubernur Sumut Minta Polemik Babi Diakhiri

Gubernur Sumut Minta Polemik Babi Diakhiri

MEDAN, SENAYANPOST.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin meminta polemik terkait babi diakhiri.

Sebab menurut mereka, polemik itu tidak ada artinya kepada Sumatera Utara.

Di saat yang sama, Edy Rahmayadi meminta untuk membesarkan Lyodra Ginting di ajang Indonesian Idol.

Ditemui di DPRD Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, perhimpunan (pengusaha) daging babi nasional terlihat kondusif.

Menurutnya, mereka hanya mencoba klarifikasi soal pemusnahan babi dan pihaknya sudah menyampaikan yang sebenarnya.

“Kalau terkait dengan babi, itu kemarin (gerakan Save Babi) hanya orang tak bertanggung jawab saja itu. Saya lihat dari perhimpunan daging babi nasional, begitu kondusif. Dia hanya mengklarifikasi, begitu sudah disampaikan yang sebenarnya, mereka mengaminkan kok,” kata Edy, Kamis (13/2/2020) dilanir Kompas.com.

“Berarti yang kemarin itu hanya orang-orang yang ingin mencari panggung saja,” sambungnya.

Edy Rahmayadi menambahkan, selain aksi pada Senin kemarin, dikabarkan akan ada aksi dari kelompok lain yang menolak hari kedaulatan babi pada Jumat (14/2/2020).

Terkait hal tersebut Edy meminta agar menyudahinya.

“Jangan lagi. sudahi itu. Sudah. Kita besarkan Lyodra saja. Lyodra Ginting. Kebetulan satu kampungku itu,” ajaknya.

Untuk diketahui Lyodra Ginting adalah finalis Indonesia Idol X 2020 asal Sumut yang masuk 6 besar.

Sementara itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, unjuk rasa atau demonstrasi adalah hak setiap warga negara. Pihaknya tidak bisa melarang.

“Namun untuk kelompok mahasiswa, ormas, kepemudanaan, kami sudah bicara. Mari kita stop polemik soal isu-isu babi ini karena tidak ada artinya untuk Sumatera Utara,” katanya.

Sebagaimana diketahui pada Senin (10/2/2020) kemarin, ratusan massa aksi menamakan diri sebagai Gerakan Save Babi atau Gerakan 102 yang dikomandoi Boasa Simanjuntak menggeruduk DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan.

Mereka mendeklarasikan Hari Kedaulatan Babi sekaligus menyampaikan beberapa aspirasi seperti menolak pemusnahan babi.

Kemudian, meminta pemerintah menyelesaikan penyebaran virus yang mematikan babi di Sumut.

Serta, menuntut ganti rugi, menolak sertifikasi (keterangan sehat babi), menolak isolasi dan restocking babi di Nias.