Gubernur DIY Lantik Bupati dan Wakil Bupati Bantul, Gunungkidul dan Sleman

Gubernur DIY Lantik Bupati dan Wakil Bupati Bantul, Gunungkidul dan Sleman

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com -Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamengku Buwono X, Jumat melantik dan mengambil sumpah toga pasangan bupati/wakil bupati. Ketiganya dilantik di Kompleks Kantog Gubernu DIY di Kepatihan.

Mereka yang dilantik adalah Abdul HalimMuslih – Joko Purnomo (Bupati dan Wakil Bupati Bantul), Sunaryanta – Heri Susanta (Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul) serta Kustini Sri Purnomo – Danang Maharsa (Bupati dan Wakil Bupati Sleman).

Dalam amanatnya, Gubernur DIY hamengku Buwono X meminta agar para bupati dan wakil bupati jika akan memasukkan program sebagai upaya untuk memenuhi janji kampanye, disarankan untuk menyisipkan di anggaran perubahan dan pembahasan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) tahun anggaran 2022.

“Setelah dipilah dan diilih mana yang urgen bagi masyarakat, silakan dimasukkan dalam anggaran perubahan dan pembahasan RKPD tahun anggaran 2022,” kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Para bupati dan wakil bupati yang baru dilantik ini, juga diminta untuk menjalankan awal pemerintahan dengan membelanjakan anggaran baik APBD maupun Danais (Dana Keistimewaan) tahun anggaran 2021 dengan harapan, perekonomian masyarakat segera membaik dan bahkan pulih, segera bangkit pascavaksinasi covid-19.

Hal itu, lanjutnya, merupakan program simultan, penanganan pandemi covid-19 dan sekaliguspemulihan ekonomi daerah melalui layanan pemberdayaan UMKM dan penyusunan Daftar Prioritas Investasi Daerah dengan cara-cara yang ekstra ordiner dalam situasin darurat Covid-19 sekarang ini.

Pada kesempatan itu, Gubernur DIY juga memint agar bupati/wakil bupati menjadikan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) sebagai bagian ikatan collective leadership yang berkualitas negarawan. 

Selain itu, jelas Gubernur, para bupati/wakil bupati yang baru dilantik membuka ruang dialog personal dengan kandidat lainnya untuk mengadopsi dan mengadaptasi program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Penggunaan simbol-simbol budaya dan pendayagunaan simpul-simpul komuikasi secara kreatif perlu lebih dikembangkan,” katanya. (AS)