Kriminal

Gubernur Babel Minta Tangkap Pelaku Penipuan yang Catut Nama dan SK-nya

BABEL, SENAYANPOST.com – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, secara tegas meminta pelaku penipuan yang mencatut nama hingga dugaan pemalsuan SK Gubernur pengangkatan honorer yang dilakukan pelaku Tyo untuk mengelabui puluhan korbannya warga di Kace, Mendobarat, bisa segera ditangkap dan diproses kepolisian.

“Tangkap dan proses (pelaku). Jangan lagi kita mau di bodoh-bodohkan seperti itu. Lebih baik semangati anak-anak kita agar bekerja dan berusaha keras dan berdoa. Karena tidak ada sesuatu yang didapat, diraih, tanpa usaha keras,” tegas Erzaldi, di Babel, Rabu (21/8/2019).

Ia mengimbau masyarakat untuk berhenti percaya kepada orang-orang yang menyatakan dirinya bisa membantu untuk dapat lulus seleksi apa pun, baik honorer, ASN, hingga TNI dan Polri dengan imbalan tertentu.

Kasus penipuan masuk honorer di Lingkup Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menjadi perhatian Kapolda Babel, Brigjen Pol Istiono, dan mengatakan kalau dirinya sudah mendapatkan informasi tersebut dari Ditkrimum.

“Sudah dapat informasinya akan jadi perhatian dan akan kita tangani maka saya minta korban melaporkan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung kita tunggu,” tegas Kapolda.

Kapolda menyebut, memang kasus itu sebaiknya dilaporkan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung. Mengingat kasusnya mencakup dua wilayah Polres. selain itu juga ada dugaan pemalsuan SK Gubernur. Ini akan mempermudah proses penyelidikan dan penyidikan jika ditangani polda.

Seperti diketahui, 10 dari 27 orang korban penipuan dengan modus masuk honorer di Lingkup Pemprov Kepulauan Bangka Belitung mendatangi Polsek Mendobarat Kabupaten Bangka. Ini mereka lakukan untuk berdialog terkait kasus yang menimpa mereka. Mereka diminta uang antara Rp 7juta hingga Rp 20 juta agar anak anak mereka bisa masuk kerja sebagai honorer.

Setelah dipelajari oleh Kapolsek Mendo Barat, AKP M Achwan, baik korban, TKP dan barang bukti ada didua wilayah Polres, yakni Polres Bangka dan Polres Pangkalpinang, selain itu juga menyangkut Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena adanya SK Gubernur diduga palsu yang dibuat pelaku. (*)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close