Hukum

Gubernur Aceh: Tak Ada Hukum Cambuk untuk Korupsi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf resmi ditetapkan sebagai tersangka. Namun demikian, Irwandi membantah dirinya menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Ia mengaku tak menerima hadiah atau gratifikasi apa pun.

“Ini ada tuduhan gratifikasi. Saya enggak pernah minta hadiah,” katanya usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7).

Ia juga mengaku tak kenal dengan pihak swasta yang turut menjadi tersangka dalam kasus ini. Sekali lagi dia membantah telah menerima uang dari pihak swasta.

“Saya enggak tahu. Saya enggak tahu mereka (Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri), enggak lapor ke saya, dan enggak berikan ke saya. Saya enggak terima uang,” ucapnya.

Irwandi bahkan menyatakan tak ada hukum cambuk terkait kasus korupsi.

“Tidak ada hukum cambuk,” ujarnya.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan meyebutkan, Irwandi diduga menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.

“Diduga pemberian oleh Bupati Bener Meriah kepada Gubernur Aceh sebesar Rp500 juta, bagian dari Rp1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh,” kata Basaria.

Duit suap Rp500 juta diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018.

KPK juga menetapkan dua orang dari swasta yakni Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close