Euro 2020

Goran Pandev Putuskan Gantung Sepatu dari Timnas Makedonia Utara

Goran Pandev Putuskan Gantung Sepatu dari Timnas Makedonia Utara
BBC | Goran Pandev

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kapten timnas Makedonia Utara, Goran Pandev, menyatakan pensiun dari dunia sepakbola internasional selepas menjalani turnamen Euro 2020 (Euro 2021). Pertandingan melawan Belanda di penyisihan Grup C menjadi laga terakhir Pandev di turnamen internasional.

"Ini menjadi pertandingan terakhir saya untuk tim nasional dan waktu yang tepat untuk pensiun dari karir internasional," kata Pandev dalam jumpa pers, seperti dilansir Reuters.

Dalam pertandingan melawan Belanda di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, timnas Makedonia Utara kalah 0-3.

"Generasi saat ini bisa membawa kebahagiaan kepada bangsa di masa depan, dan saya yakin mereka sanggup menembus kualifikasi Piala Dunia. Saya kemungkinan juga akan pensiun dari klub, tetapi sepanjang karir di timnas, ini menjadi titik akhir karena tidak mudah bermain di dua lini pada usia 38 tahun," ujar Pandev yang akan berulang tahun pada Juli mendatang.

Pandev tercatat sudah 121 kali tampil di timnas Makedonia Utara sejak 2001. Dia mencetak 38 gol dalam kompetisi tingkat dunia.

Pandev berharap timnas Makedonia Utara bisa lolos dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 mendatang.

Secara terpisah, pelatih timnas Makedonia Utara, Igor Angelovski, juga menyatakan pensiun selepas mendampingi anak asuhnya di Euro 2020.

"Ini adalah jumpa pers terakhir saya dalam kapasitas sebagai pelatih karena kontrak saya dengan federasi sepakbola Makedonia berakhir pada 31 Juli," kata Angelovski.

"Saya akan mengingat momen ini sepanjang hidup saya. Saya ingin berterima kasih kepada para staf, pemain dan juga keluarga atas dukungan mereka. Sebuah kehormatan bisa menaungi mereka di kejuaraan Eropa," ujar Angelovski.

Prestasi Makedonia Utara di Euro 2020 terbilang belum memuaskan di putaran final Euro 2020 (Euro 2021). Mereka kalah dari Austria dengan skor 1-3 dan juga ditaklukkan Ukraina dengan skor 1-2. Di laga akhir mereka juga tumbang dari Belanda.

"Kami ingin melakukan lebih baik dan seharusnya tidak ada satupun yang kecewa karena ini adalah debut pertama kami di kompetisi besar dan yang saya bisa lakukan adalah berterima kasih atas segenap upaya para pemain," ujar pelatih berusia 45 tahun itu.