FeaturesInternasional

Google Didesak Kembalikan Nama Palestina ke Google Maps

PALESTINA (SenayanPost) – Google tengah menjadi soroton dunia ketika salah satu layanan pemetaannya, “Google Maps” menghapus nama Palestina dan menggantikannya dengan Israel. Penghapusan nama Palestina itu dilakukan pada 25 Juli 2016.
Bukannya menampilkan nama Palestina, “Google Maps” malah membuat plot baru Israel di wilayah yang diklaim sebagian orang sebagai teritori salah satu negara Timur Tengah tersebut. Berdasarkan laporan inquisitr.com, ‘fenomena’ itu disadari publik pada Senin (25/7/2016), dan segera saja mendatangkan sejumlah protes keras, termasuk dari Forum Jurnalis Palestina.
Adalah Forum Jurnalis Palestina yang menyuarakan kritik tajam kepada Google. Mereka mengkritik keputusan Google yang menghapus nama Palestina dari peta “Google Maps”dan menggantinya dengan Israel.
Dikutip dari Middleeastmonitor, Jumat (5/8/2016), forum jurnalis tersebut mengirimkan rilis berisi tudingan bahwa keputusan Google menghapus nama Palestina dari Google Maps merupakan bagian dari skema Israel untuk membuat legitimasi negara zionis tersebut.
“Ini merupakan skema untuk membumikan nama Israel sebagai negara yang sah untuk generasi mendatang dan menghapus nama Palestina untuk selamanya,” tulis forum tersebut.
“Ini adalah bagian dari skema Israel untuk mendapatkan wilayah legal dan menghapuskan Palestina untuk selamanya. Pergerakan ini juga didesain untuk memalsukan sejarah, serta geografi yang berkenaan dengan hak orang Palestina untuk menempati tanah airnya dan percobaan yang gagal untuk melunakkan memori orang Palestina, Arab, juga dunia,” tulis forum tersebut, seperti dimuat Business Recorder.
Protes ke Google tak berhenti di situ saja. Di Charge.org terdapat petisi yang dialamatkan untuk Google, di mana sekitar 150.000 orang menuntut agar Palestina dikembalikan ke sang atlas digital.
Sang pembuat petisi online tersebut juga menganggap Google sangat tidak manusiawi dikarenakan tak mengakui tentang tanah yang dimiliki rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemendekaan negaranya. Selain itu, petisi yang bertajuk ‘Google: Put Palestine On Your Maps!’ tersebut juga menuliskan bahwa masalah ini adalah penting. Pasalnya, Google sendiri juga telah menjadi rujukan warga dunia termasuk mereka yang mencermati situasi yang tengah terjadi antara Palestina dan Israel.
“Penghilangan Palestina merupakan penghinaan besar bagi warganya dan mengacaukan usaha dari jutaan orang, termasuk mereka yang berkampanye untuk independensi dan kebebasan Palestina dari Israel. Ini adalah isu penting, mengingat “Google Maps” sekarang merupakan acuan banyak pihak, di antaranya jurnalis, pelajar, dan berbagai pihak yang melakukan penelitian akan situasi Palestina-Israel,” demikian bunyi petisi tersebut.
Google akan menghadapi situasi rumit menyusul kebijakannya menghapuskan Palestina dari peta. Pasalnya dari 193 anggota United Nations, 136 negara (71%) di antaranya mengenali wilayah Palestina. Namun hingga kini, belum diadakan pertemuan resmi demi membahas hilangnya Palestina dari peta dunia dalam rupa digital tersebut.
Peta Palestina sendiri diketahui telah dihapus pada tanggal 25 Juli 2016 oleh Google selaku penyedia layanan Google Maps. Terlebih lanjut, forum tersebut juga mengatakan tentang langkah tersebut yang di desain untuk memalsukan sejarah, geografi, serta hak rakyat Palestina atas tanah yang mereka punyai. Hal ini tentu kontras dengan norma dan konvensi internasional Negara mana pun.
Selain itu, forum juga terus mengupayakan untuk mendesak Google guna segera mengembalikan Palestina seperti sedia kala. Pasalnya, Google sendiri dinilai telah gagal mengutak-atik sejarah antara Palestina dan arab di mata dunia.
Dengan tidak adanya wilayah Palestina di google maps, saat pengguna memasukkan kata kunci “Palestine” justru akan diarahkan para Yerusalem dan Gaza.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close