ParlemenPolitik

Golkar–PKB Berebut Pimpinan MPR RI

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Partai Golkar (PG) yang dalam sistem Informasi perhitungan (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) berada di urutan kedua, suara terbanyak setelah PDIP, merasa berhak mendapatkan kursi pimpinan MPR RI dibanding PKB yang bertengger di urutan keempat.

“Kalau PKB menginginkan kursi pimpinan MPR RI wajar saja, tapi Golkar sebagai pemenang kedua dalam pileg 2019 ini, tentu lebih berhak,” tegas anggota Fraksi PG Mokhamad Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (20/5/2019).

Menurut anggota Komisi XI DPR itu, Ketum Golkar sudah menyampakan kalau pemenang pemilu 2019 ini adalah PDIP. Sedangkan Golkar ada di peringkat dua. Sehingga pantas untuk mendapatkan jabatan Ketua MPR RI.

Merujuk Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3), pimpinan DPR dipilih berdasarkan perolehan suara partai terbanyak. Sementara pimpinan MPR melalui sistem paket.

Karena itu kata Misbakhun, PKB nantinya bisa saja mengikuti paketnya Golkar. “Harapannya tentu, paket pimpinan MPR yang diusung Golkar bisa mendapat dukungan dari partai lain termasuk dengan masuknya PKB,” jelas Misbakhun.

Sejauh itu menurut Misbakhun, memang tidak ada peraturan pemenang kedua pemilu mendapatkan posisi ketua MPR. Namun, ketentuan ini menjadi semacam “fatsun” atau etika dalam politik.

“Ketum Golkar Pak Airlangga Hartarto sudah menyampaikan ke Cak Imin soal hal itu, karena fatsun politiknya seperti itu,” pungkas Misbakhun.

Sebelumnya, Ketum PKB A. Muhaimin Iskandar yang juga Wakil Ketua MPR itu menyampaikan keinginannya untuk terpilih menjadi Ketua MPR periode 2019-2024.

Hal itu diungkapkan saat diminta tanggapannya mengenai kabar politisi PDIP Puan Maharani yang akan menjabat sebagai Ketua DPR.

“Ya kalau Mbak Puan Ketua DPR, Insya Allah saya yang Ketua MPR,” kata Cak Imin saat buka bersama di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019) lalu. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close