Hukum

Golkar Berharap Idrus Marham Bersabar

JAKARTA, SENAYANPOST. com – Mantan Menteri Sosial yang juga Sekjen DPP Golkar Idrus Marham divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan, karena terbukti terlibat kasus suap. Golkar berharap Idrus sabar.

“Tentu kami turut prihatin atas vonis 3 tahun untuk Pak Idrus Marham. Bagaimanapun Pak Idrus Marham ini juga kader Golkar. Beliau telah menunjukkan sikap yang sangat kooperatif dan taat hukum. Semoga beliau sabar,” tegas Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily dalam keterangannya, Selasa (23/4/2019).

Anggota Komisi VIII DPR RI itu menyatakan menghormati Idrus Marham jika dengan vonis tersebut mengambil langkah hukum terhadap vonis tersebut.

“Soal langkah hukum selanjutnya setelah vonis, terserah kepada beliau. Kami yakin beliau sudah menyiapkan langkah-langkah hukum selanjutnya,” ujarnya.

Yang pasti kata Ace, secara institusi Golkar sendiri tidak terkait dengan aliran dana untuk pencalonan Pak Idrus sebagai Ketum Golkar di Musnaslub. “Memang tak ada aliran dana untuk Munaslub Golkar,” pungkasnya.

Idrus Marham divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan. Eks Sekjen Golkar itu bersalah menerima suap Rp 2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

Uang itu diterima Idrus bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih karena membantu Kotjo mendapatkan proyek di PLN. Uang itu untuk Munaslub karena Idrus Marham akan diusung menjadi Ketum Golkar menggantikan Setya Novanto yang ditahan KPK. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close