Ekonomi

Gojek dan Grab Akan Jadi Perusahaan Jasa Angkutan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kementerian Perhubungan berencana menghapus peran koperasi dan badan usaha yang menjembatani antara driver dan perusahaan aplikator angkutan online. Sehingga, aplikator nantinya harus berubah menjadi perusahaan jasa angkutan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, hal itu merupakan amanat dari Peraturan Menteri No 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

“Aplikator itu juga sebagai perusahaan transportasi agar kontrol itu berjalan dengan baik. Ini kita akan diskusikan dengan para aplikator. Insya Allah kita ada suatu titik temu,” kata Budi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (29/3/2018).

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kominfo mengenai perubahan status tersebut. Sebab, kewenangan untuk mewujudkannya berada di kedua kementerian itu.

‚ÄúTadi kita sudah bersepakat bahwa aplikator itu nantinya dijadikan perusahaan jasa angkutan. Jadi nanti garisnya adalah dari driver langsung kepada aplikator,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini status perusahaan Gojek dan Grab adalah perusahaan penyedia aplikasi transportasi online atau aplikator. Hal itu membuat perusahaan itu tidak harus mengikuti aturan angkutan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan.

Sehingga pada akhirnya, mitra pengemudilah yang menanggung beban penuh dari aturan angkutan umum yang berlaku.

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close