Gibran Korupsi Bansos? Hoax Recehan!

Gibran Korupsi Bansos? Hoax Recehan!
Syaefudin Simon

Oleh Syaefudin Simon

HOAX Recehan beredar. Gibran Rakabuming Raka (GRR) ikut makan uang korupsi bansos.  Konon, GRR, memberikan rekomendasi kepada Kemensos untuk membeli tas kain, goodie bag, ke pabrik garmen Sritex, Solo. Tentu, rekomendasi itu, tidak gratis. Itulah logikanya sehingga GRR dituduh cawe-cawe uang bansos covid.

Ditilik dari logika apa pun, hoax itu recehan. Berapa sih komisi yang didapat GRR sebagai putra RI-1 untuk rekomemdasi tersebut  jika isu itu benar? Terlalu kecil untuk seorang putra presiden. 

Kalau GRR mau, lebih baik cari uang dengan merekomendasi kepada kontraktor tertentu untuk menggarap jalan tol lintas Jawa, Sumatera, atau proyek PLN, Pertamina, dan pelabuhan laut yang nilainya ratusan trilyun rupiah. Anak presiden bisa! Itu pernah dicontohkan anak-anak Soeharto. 

La, kalau cuma goodie bag produk Sritex yang nilainya seuprit untuk ukuran proyek negara, ngapain GRR cawe-cawe? 

GRR tak punya histori korupsi. Di Solo, misalnya, waktu ayahnya terpilih jadi presiden, GRR langsung mengharamkan pejabat negara dan instansi pemerintah untuk memakai perusahaan EO-nya, cateringnya, dan gedung serbagunanya. GRR takut ada konflik kepentingan di sana. Ia sangat hati-hati dan antiajimumpung memanfaatkan jabatan ayahnya. 

Gibran sendiri sudah membantah tuduhan terlibat korupsi bansos. "Tangkap saya kalau terbukti korupsi," tegas GRR.

 "Itu enggak bener. Saya tidak pernah merekomendasikan atau ikut campur dalam urusan Bansos. Apalagi mereka merekomendasikan goodie bag, nggak pernah seperti itu," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Senin (21/12/2020).

Putra sulung Jokowi Widodo ini minta semua pihak untuk mengecek persoalan itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PT Sritex. GRR menegaskan bahwa PT Sritex juga sudah memberikan klarifikasi. 

"Jadi itu cerita yang tidak benar. Silakan tangkap kalau ada bukti. Kalau mau korupsi kok kenapa korupsinya baru sekarang, enggak dulu dulu," tegas Gibran, pemenang Pilkada Solo, 9 Desember 2020 lalu. 

Menurutnya, kalau ingin dapat proyek yang lebih besar, ada PLN, Pertamina, dan jalan tol yang nilainya triliunan.  Ia menegaskan kembali tidak ikut campur proyek pemerintah.

"Silakan nanti cek saja ke KPK. Cek saja ke Sritex," jelas Gibran.

GRR jelas mewarisi legacy ayahnya yang antikorupsi. Ingat ketika Jokowi menghadiri wisuda Kaesang Pangarep di Singapura, 20 November 2014. Pak Jokowi dan Bu Iriana naik pesawat penumpang kelas ekonomi. Pakai uang pribadi. 

Ketika menikahkan Gibran-Selvi di Solo, 11 Juni 2015, dalam undangan "resepsi wedding"  ada pemberitahuan, dilarang memberikan kado dalam bentuk apa pun. Kalau mau, Jokowi juga bisa memakai aula Istana Merdeka, Istana Cipanas, Istana Bogor, atau Istana Tampak Siring untuk perhelatan wedding putranya. Tapi Jokowi tak mau memanfaatkan fasilitas itu. Takut ada konflik  kepentingan. 

Bagaimana ibu negara? Barangkali hanya Bu Iriana,  first lady di dunia yang cukup memakai tas kulit buatan perajin Boyolali dengan harga satu jutaan. Umi Hani, seorang perajin dan pemilik kios tas di Boyolali sempat terkejut melihat ada seorang ibu mirip first lady  Iriana membeli tas kulit seharga satu jutaan. Umi Hani baru sadar setelah ibu itu pergi. Ternyata ia adalah Ibu Negara. Umi Hani tercengang, kok ibu negara   membeli tas seharga jutaan. Luar biasa!

Gibran adalah anak dari dua manusia terpuji dan antikorupsi itu. Ia mewarisi legacy kedua orang tuanya. Sungguh tak mungkin, ia cawe -cawe uang bansos musim pandemi. Gibran tak punya histori korupsi. Seperti halnya Jokowi.

* Penulis adalah kolomnis