Politik

Gerindra Minta Orang Gila Tak Punya Hak Pilih

JAKARTA, SENAYANPOST.A.com – Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad meminta orang dengan gangguan kejiwaan atau orang gila tidak seharusnya diberikan hak pilih, meski tidak diatur secara tegas dalam UU Pemilu,.

“Tapi dalam Pasal 1330 Kitab Undang-undang hukum Perdata (KUHPerdata) secara jelas diatur jika orang gila tidak cakap untuk melakukan aktivitas hukum dan itu termasuk memilih dalam Pemilu,” kata anggota Komisi III DPR itu, Selasa (20/11/2018).

Menurut Dasco, menggunakan hak pilih adalah aktivitas pelaksanaan hak hukum yang amat penting. Karena akan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin negara.

“Jika orang gila diberi hak pilih , maka hasil Pemilu bisa diragukan kualitasnya,” katanya.

Yang paling membahayakan lagi lanjut Dasco, pemberian hak pilih kepada orang gila itu akan memberi peluang terjadinya manipulasi.

“Bisa saja orang gila tersebut diarahkan atau diwakili untuk memilih partai atau paslon tertentu karena mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan,” ungkapnya.

Pada akhirnya bisa terjadi pelanggaran azas Pemilu Karena itu jujur dan adil.orang dengan gangguan kejiwaan atau orang gila tidak seharusnya diberikan hak pilih.

“Bisa saja orang gila itu diarahkan atau diwakili untuk memilih partai atau paslon tertentu karena mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan. Pada akhirnya bisa terjadi pelangagran azas Pemilu Jujur dan adil,” pungkasnya. (MU)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close