Genjot Pertumbuhan Kredit, Bank Perlu Kucurkan Rp1.000 T

Genjot Pertumbuhan Kredit, Bank Perlu Kucurkan Rp1.000 T

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Perbankan harus menggelontorkan kredit sebesar Rp1.000 triliun tahun ini untuk menggerakkan lagi penyaluran kredit. Dana masyarakat di perbankan saat ini mencapai Rp6.665 triliun. Sementara, total kredit sebesar Rp5.548 triliun.

"Loan to deposi ratio (LDR) 83 persen menuju LDR 90 persen. Artinya perbankan harus salurkan Rp1.000 triliun tahun ini untuk menggerakkan kredit," ucap Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sekaligus Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso, dalam Webinar: Prospek BUMN 2021 Sebagai Lokomotif PEN dan SWF, Kamis (4/3/2021).

Sunarso menyatakan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 3,5 persen tak cukup ampuh mendorong masyarakat mengajukan kredit. Masalahnya, daya beli masyarakat masih rendah karena tertekan pandemi covid-19.

"Menurunkan suku bunga penting tapi dorong kemampuan belanja masyarakat juga penting," imbuh Sunarso.

Oleh karena itu, ia menyarankan pemerintah untuk melanjutkan beberapa proyek infrastruktur. Dengan proyek itu, maka terbuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Berikan lapangan kerja, berikan stimulus dalam bentuk uang," kata Sunarso.

Sebagai informasi, penyaluran kredit minus 2,41 persen sepanjang 2020. Kondisi tersebut disebabkan belum beroperasinya korporasi secara normal di tengah pandemi covid-19.

Namun, jika dibedah lebih rinci penyaluran kredit di beberapa jenis perbankan masih tumbuh. Detailnya, kredit di bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumbuh 0,63 persen, Bank Pembangunan Daerah (BPD) 5,22 persen, dan bank syariah tumbuh 9,5 persen. (Jo)