Lintas DaerahPeristiwa

Gempa di Puncak Gunung Merapi Terus Terjadi

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Kepala Balai Penyelidikkan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, di Yogyakarta, Sabtu mengatakan selama satu minggu (23-29 November), terjadi beberapa kali gempa di kawasan puncak Gunung Merapi.

Menurut dia, instrument pemantauan yang ada tercatat dalam seminggu terjadi 34 kali gempa Hembusan (DG), 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 4 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 15 kali gempa Fase Banyak (MP), 309 kali gempa Guguran (RF), 20kali gempa Low Frekuensi (LF)dan 5 kali gempa Tektonik (TT).

“Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dari minggu sebelumnya,” ujarnya.

Sementara terkait deformasi, ia menjelaskan, jarak tunjam EDM (Electronic Distance Measurement) di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,833 m hingga 4.044,839 m; dan dari BAB ke reflektorRB2 pada kisaran 3.859,100 m hingga 3.859,108. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6506,948 m hingga 6506,960 m dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6457,879m hingga 6457,890 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,36 mhingga 4.259,41 m.

“Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan,” ujarnya.

Sedangkan banjir lahar, kata Hanik, meski tercatat adanya hujan dengan curah tertinggi 50 mili meter per jam selama 75 menit, sejauh ini tidak ada laporan terjaidnya lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close