Peristiwa

Gempa Banten Terasa hingga Jakarta, Ini Analisa BMKG

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Gempa di sekitar Banten pukul 11.44 WIB tadi terasa sampai Jakarta. Tanah lunak di Jakarta menjadi penyebabnya.

“Guncangan gempa ini sangat dirasakan di Jakarta karena adanya efek soft sediment/tanah lunak (local site effect) di Jakarta sehingga resonansi akibat tebalnya lapisan tanah lunak ini membuat gempa sangat dirasakan,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulisnya.

Gempa dengan magnitudo (M) 5,1 itu menurut BMKG termasuk gempa menengah, berguncang dari pusat gempa di Banten, tepatnya 18 km arah barat daya dari Rangkasbitung, dengan kedalaman 87 km. Lempeng bumi di lokasi itu bergerak naik.

“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi pada Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di bawah Banten selatan. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono.

Penduduk Jakarta yang sedang berada di gedung perkantoran lantai atas merasakan guncangan ini. Ada pula penduduk sekitar Jakarta yang tidak berada di lantai atas tapi tetap merasakan gempa. Namun sebagian tidak merasakan getarannya.

elain di Jakarta, gempa ini dirasakan di kawasan yang lebih jauh lagi dari pusat gempa, termasuk Bandung, ibu kota Jawa Barat.

Lebak III-IV MMI; Cihara, Rangkasbitung, Bayah, Pandeglang, Malingping, Cibeber, Banjarsari, dan Sukabumi III MMI; Jakarta, Depok, dan Bandung II-III MMI; serta Tangerang Selatan dan Bakauheni II MMI.

Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), skala IV MMI berarti getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, ada kerusakan ringan.

Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu. Skala IV MMI berarti dirasakan banyak orang di dalam dan luar rumah, gerabah pecah, jendela-pintu berderik, dinding berbunyi. Skala II MMI berarti getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close