Gelap Mata Dituduh Selingkuh, Pria di Samarinda Cekik Istri hingga Tewas

Gelap Mata Dituduh Selingkuh, Pria di Samarinda Cekik Istri hingga Tewas

SAMARINDA, SENAYANPOST.com - Gelap mata karena dituduh selingkuh, Jabaruddin (34) tega membunuh istri sirinya Suharni Salihi (49) di Samarinda, Kalimantan Timur.

"Memang awalnya pelaku terlibat cekcok dengan korban, tepatnya pukul 21.30 WITa. Bahkan dalam percekcokan itu korban mengeluarkan kata-kata kasar yang membuat pelaku emosi dan gelap mata. Dalam perselisihan korban juga menuduh pelaku memiliki simpanan lain," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah, Rabu (18/11/2020).

Sebelum pembunuhan, Suharni sempat melaporkan Jabaruddin ke Polresta Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Saat itu Suharni menuding Jabaruddin menggasak uang dan perhiasannya.

"Sebelumnya memang korban telah melaporkan Jabaruddin ke pihak kepolisian Polres Palu atas kasus penggelapan, pelaku ini mengambil uang dan perhiasan milik korban senilai Rp 13 juta," sebut dia.

Pelaku yang sehari hari berkerja sebagai buruh bangunan ini mengakhiri hidup istri sirinya di rumah kontrakannya, Jalan Pelita IV, Perumahan Sambutan Asri, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda pada sabtu (14/11) dini hari.

Jabaruddin membunuh Suharni dengan cara mencekik leher saat melihat korban tertidur lelap. Polisi menyebut korban tak kuasa melawan.

"Sang istri tidur langsung dicekik pelaku, posisi tangan dan kaki ditahan oleh pelaku dengan menindis tubuh korban, hingga dipastikan tak bernyawa," jelas Yuliansyah dilansir detikcom.

Setelah memastikan korban tewas pelaku, kemudian pergi meninggalkan korban begitu saja. Dia lalu bergegas ke rumah ibunya dan memberitahu bahwa ia telah menghabisi korban.

Ibu dan kakak dari Jabaruddin lalu melaporkan kasus pembunuhan ini kepada Polsekta Samarinda Kota. Tiga hari usai dilaporkan, Jabaruddin diciduk.

"Sang ibu juga meminta kepada pelaku untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, namun sayang saat petugas datang, pelaku malah kabur," tutur Yuliansyah.

Jabaruddin ditangkap di Jalan Poros Tengah Lintas Kubar pada selasa (17/11). Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 338 KUHP juncto 340 tentang pembunuhan.

"Ancaman hukuman 15 tahun hingga seumur hidup," tandas Yuliansyah.