Hukum

Gelandangan dapat Masuk Penjara, Menkumham: Ada Eksploitasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ribut-ribut tentang gelandangan di RKUHP saat ini menjadi perhatian Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.

Menurut Yasonna, sejak dulu masyarakat tidak ribut soal pasal pidana terkait gelandangan, padahal itu sudah ada dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Ada rupanya eksploitasi besar-besaran tentang penggelandangan sampai sekarang,” kata Yasonna, di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Yasonna menilai justru menurutnya peraturan terkait gelandangan diperbaiki dalam Rancangan KUHP yang baru.

“Pasal dalam RKUHP itu mengatakan jika terjadi gelandangan dan pengemis, maka akan dikirim ke rumah panti, dididik menjadi orang bekerja,” ujar dia.

Ia mengklaim bahwa RKUHP lebih manusiawi ketimbang KUHP yang lama. Apalagi di dalam pembahasannya melibatkan mantan Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia, Harkristuti Harkrisnowo.

“Di dalam pembahasannya ada Profesor Tuti selaku mantan Dirjen HAM, yang sangat pro gender,” kata Yasonna.

Menurut Yasonna, datangnya kecurigaan bahwa RKUHP dapat mempidana gelandangan dan pengemis adalah ilusi yang diciptakan saat ada perbaikan aturan di dalam KUHP itu yang menurutnya lebih berat hukumannya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close