gaya-hidup

Gerbang Pendermaan Pendiri Kota Rembulan Ibukota Imperium Majapahit – RIHLAH MOJOKERTO II

Rabu, 28 Agustus 2024 | 14:50 WIB

SENAYANPOST – Candi setinggi 17 meter dengan luas hanya 100 meter persegi ini berada di desa Temon kecamatan Trowulan di bagian barat kabupaten Mojokerto.

Hasil eskavasi sekitar candi ini ditemukan reruntuhan memanjang yang diperkirakan merupakan pagar yang hancur dan hanya menyisakan gerbangnya saja.

Candi ini disebut sebagai Candi Bajang Ratu yang berarti raja muda atau raja yang masih bujang belum menikah.

Diperkirakan candi ini dibangun untuk Raja Jayanegara, penguasa kedua Kerajaan Majapahit yang mendirikan istana baru.

Setelah pemberontakan Ra Kuti dan 5 (lima) rekannya atas Raja Jayanegara, Istana Majapahit yang berada di Tarik ditinggalkan kemudian membangun kembali istana dengan nama Trowulan yang berjarak 20 KM ke barat dari kawasan Tarik, istana yang dibangun oleh ayahnya Raja Wijaya penguasa pertama Kerajaan Majapahit.

Kata Trowulan berasal dari dua kata yaitu Trang dan Wulan yang berarti cahaya terang dan rembulan. Sehingga kata Trowulan merupakan kota Cahaya Rembulan yang memantulkan cahaya dari Majapahit yang lambangnya adalah matahari. Kota Trowulan kemudian menjadi ibukota Majapahit hingga raja terakhirnya Brawijaya V.

Saat ini, Trowulan merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Mojokerto dengan luas sekitar 100 KM persegi. Kecamatan Trowulan di dalamnya terdapat 16 desa di dalamnya yang di dalamnya terdapat puluhan situs peninggalan sejarah.

Beberapa situs bersejarah yang ada di Kecamatan Trowulan antara lain Candi Tikus, Candi Wringin Lawang, Candi Brahu, Situs Tribuwana Tunggadewi, Makam Troloyo dan Candi Bajang Ratu.

Candi Bajang Ratu oleh sejumlah sejarawan disebut sebagai gerbang suatu komplek percandian untuk perdermaan Raja Jayanegara.

Ordorico de Pardenone, biarawan dari Italia yang ditugaskan oleh Vatikan untuk mengkabarkan Kitab Injil ke Asia Timur dan Asia Tenggara menggambarkan kekuatan Majapahit sebagai imperium yang sangat berpengaruh di kawasan Asia Tenggara dan kawasan Asia Timur. Dalam catatannya, disebutkan Mongol dan proxy-proxy nya melancarkan berbagai serangan ke Majapahit dan selalu gagal.

Selain itu, diceritakannya bahwa tata kota Trowulan sangat tertata rapi tidak hanya menggunakan jalan darat akan tetapi menggunakan kanal air sebagai transportasi.

Adapun komplek istana terdiri dari bangungan-bangunan yang berlapis emas dan berukir indah, seolah komplek istana memantulkan cahaya rembulan di malam hari.

Komplek Candi Bajang Ratu merupakan bentuk penghormatan Rakyat Majapahit kepada Raja Jayanegara yang dari bentuk pembangunannya merupakan komplek perdarmaan yang megah. Di dinding bagian bawah terdapat ukiran tentang floklor Sri Tanjung dan Ramayana. Bukti bahwa candi ini terbuka untuk rakyat yang ingin memberikan penghormatan.

Sampai saar ini, bagian kanan dan kiri Candi Bajang Ratu masih dilakukan penelitian karena ditemukannya bagian dasar tembok yang akan mengungkapkan kemegahan Candi Bajang Ratu. (Muqoddas).

Tags

Terkini

3 Cara Hilangkan Kerak Toilet, Langsung Kinclong!

Selasa, 21 April 2026 | 13:30 WIB

Replika Candi Brawijaya di Kraton Majapahit Jakarta

Minggu, 19 April 2026 | 13:01 WIB