Ekonomi

Garap Teknologi Finansial, Astra Dirikan Perusahaan AWDA

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Direktur PT Astra International Suparno Djasmin mengungkapkan, Astra melalui anak perusahaan PT Sedaya Multi Investama membentuk anak perusahaan yang bergerak di bidang teknologi finansial, PT Astra WeLab Digital Arta (AWDA).

“Ini merupakan perusahaan tekfin pertama Astra, untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” kata Suparno Djasmin, saat peresmian di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

AWDA merupakan kolaborasi Astra dengan perusahaan teknologi WeLab, yang telah beroperasi di Hong Kong dan China sejak 2013.

AWDA menyediakan produk dan solusi finansial melalui teknologi yang memanfaatkan big-data untuk menjangkau konsumen yang belum memiliki akses terhadap pinjaman.

Pertumbuhan pengguna ponsel pintar didukung penetrasi internet dan populasi generasi muda yang merupakan pengguna aktif platform digital menjadikan Indonesia sebagai tempat yang menarik untuk pertumbuhan tekfin, menurut Astra dan WeLab.

Perusahaan yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor S626/NB.213/2018 ini membuat produk keuangan berbasis aplikasi mobile Maucash yang memberi kesempatan konsumen untuk mengakses pinjaman modal secara cepat.

Presiden Direktur AWDA Rina Apriana menjelaskan produk-produk mereka menyasar generasi muda karena segmen di pasar ini cukup besar.

“Kami akan agresif menggarap program ini,” kata Rina.

Astra merencanakan di masa mendatang produk-produk dari AWDA akan terhubung dengan unit bisnis grup tersebut yang bergerak di bidang keuangan, yaitu Astra Financial, misalnya pinjaman untuk pembiayaan servis kendaraan.

“Kami akan eksplorasi supaya bisa bersinergi dengan Astra Financial maupun grup,” kata Suparno.

CEO WeLab Simon Loong menyatakan demografi penduduk Indonesia yang banyak diisi anak muda yang melek teknologi mirip dengan kondisi di China beberapa tahun yang lalu sehingga dia menilai Indonesia akan menjadi pasar yang besar untuk tekfin.

Indonesia merupakan negara ke-tiga tempat WeLb beroperasi, hingga kini total pengguna mereka di Hong Kong, China dan Indonesia berjumlah 30 juta. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close