Sepak Bola

Gara-gara ini MU Terancam Tak Lagi Jadi Klub Terkaya Inggris

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Belum lama ini, lembaga konsultan keuangan Deloitte mempublikasikan laporan tahunan mengenai kondisi keuangan dunia sepakbola Eropa yang bernama Football Money League. Untuk edisi 2020, Football Money League diberi judul Eye on the Prize.

Judul itu memang tepat. Sepakbola memang bukan lagi sekadar olahraga, tetapi menjadi industri berskala raksasa. Sebagaimana industri, tentu melibatkan uang yang menjadi bagian tidak terpisahkan. Sepakbola sudah menjadi jualan.

Dari main bal-balan, klub bisa mendapatkan hadiah berupa pemasukan uang. Biasanya pemasukan itu dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu dari hak siar, komersial, dan pertandingan (matchday).

Football Money League 2020 menobatkan Barcelona sebagai klub terkaya di dunia saat ini. Pada musim 2018/2019, Barcelona mencatatkan pendapatan EUR 840,8 juta (Rp 12,85 triliun dengan kurs saat ini).

Real Madrid berada di peringkat kedua dengan pendapatan EUR 757,3 juta (Rp 11,57 triliun) dan Manchester United di posisi ketiga dengan pendapatan EUR 711,5 juta (Rp 10,87 triliun).

Klub-klub Liga Primer Inggris mendominasi 10 besar. Selain United, ada pula tim-tim besar seperti Manchester City, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Chelsea. United adalah langganan klub terkaya di Inggris. Bahkan Setan Merah juga kerap menduduki posisi terkaya dunia.

Dalam laporan Football Money League 2019, klub penghuni Stadion Old Trafford memang juga berada di peringkat tiga dengan pemasukan EUR 666 juta (Rp 10,18 triliun).

Namun pada 2018, United adalah yang terbaik dengan pemasukan EUR 676,3 juta (Rp 10,33 triliun). United juga menjadi yang nomor satu di Football Money League 2017 dengan pendapatan EUR 689 juta (Rp 10,53 juta).

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close