Lintas Daerah

Gara-gara ini 23 Pulau di Sumsel Terancam Hilang

PALEMBANG, SENAYANPOST.com – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Selatan, menyebut 23 pulau kecil di ‘Bumi Sriwijaya’ terancam ‘hilang’ akibat tenggelam oleh permukaan air laut. Secara ekologis, hal ini diakibatkan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Selatan, M Hairul Sobri, mengatakan perubahan iklim kurun lima tahun terakhir membuat banyak bencana secara ekologis terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel). Seperti banjir bandang, longsor, kebakaran hutan, kekeringan, serta meningkatnya permukaan air laut.

“Peningkatan permukaan air laut ini membuat sejumlah pulau-pulau kecil di Sumsel terancam tenggelam,” katanya.

Hairul mengatakan bahwa setidaknya ada 23 pulau kecil, baik yang berpenduduk maupun tidak di daerah perairan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kini terancam tenggelam.

Bahkan, sudah ada dua pulau yang hilang pada tahun 2019 lalu karena permukaannya terendam air laut, yaitu Pulau Betet dengan ketinggian tanah minus 1 Mdpl dan Pulau Gundul dengan ketinggian minus 3 Mdpl.

“Kami prediksi dari 23 pulau kecil yang terancam tenggelam itu, empat diantaranya akan tenggelam tahun 2020 ini, yakni Pulau Burung, Kalong, Kelentit, dan Keramat, semuanya di Kabupaten Banyuasin,” katanya.

Menurutnya, kondisi pulau-pulau tersebut saat ini sudah cukup mengkhawatirkan. Apalagi saat ini sedang dalam kondisi air laut pasang yang menyebabkan permukaan pulau akan tergenang.

Hairul juga menyatakan bahwa secara global, hal ini dipengaruhi mencairnya es di kutub utara yang menyebabkan bertambahnya debit air laut sebanyak 3,3 milimeter setiap tahun. Lalu, dalam dua tahun terakhir, terjadi peningkatan suhu 0,39 derajat dan rata-rata suhu udara di Sumsel 37 derajat.

“Penggunaan fosil sebagai bahan bakar menjadi penyebab utamanya. Lalu karhutla (kebakaran hutan dan lahan) juga turut menurunkan permukaan rawa,” katanya.

Selain itu, perubahan iklim juga membuat beberapa daerah yang berada di wilayah hulu atau dalam kawasan Bukit Barisan, berada dalam ancaman banjir bandang dan tanah longsor, seperti daerah Pagar Alam, Lahat, Empat Lawang, dan lainnya.

“Lalu, ancaman kekeringan juga terjadi saat memasuki musim kemarau. Kondisi terparah seperti yang terjadi di Kabupaten Pali pada tahun lalu,” ujar Hairul.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close