Gara-gara Covid-19, Jumlah Kunjungan Wisman di Semester I-2020 Anjlok 59,96 Persen

Gara-gara Covid-19, Jumlah Kunjungan Wisman di Semester I-2020 Anjlok 59,96 Persen

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pandemi Covid-19 menahan wisatawan mancanegara (wisman) yang ingin melancong ke Indonesia di sepanjang paruh pertama tahun ini. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman di sepanjang semester I-2020 hanya mencapai 3,09 juta kunjungan.

Jumlah tersebut turun sangat dalam, mencapai 59,96%, dari jumlah kunjungan wisman di sepanjang paruh pertama tahun 2019 yang mencapai 16,11 juta kunjungan. Dan menjadi yang terendah dalam kurun waktu 5 tahun belakangan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, menurunnya jumlah kunjungan wisman di semester I-2020 sudah terjadi sejak Februari 2020 alias sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia.

“Jadi, kalau kita lihat dampak pandemi Covid-19 pada sektor pariwisata ini luar biasa dalam dan bahkan sudah terjadi sejak Februari. Recovernya mungkin akan butuh waktu yang panjang,” kata Kepala BPS Suhariyanto.

Suhariyanto pun memerinci jumlah kunjungan wisman dari awal tahun hingga Juni 2020. Pada Januari 2020, jumlah kunjungan wisman masih tercatat 1,27 juta kunjungan. Baru mulai Februari 2020, jumlah kunjungan wisman merosot ke 863,96 ribu kunjungan.

Pada Maret 2020, jumlah kunjungan wisman semakin turun tajam, yaitu ke 470,97 ribu kunjungan, kemudian pada April 2020 menurun menjadi 158,72 ribu kunjungan, Mei 2020 sebesar 163,65 ribu kunjungan, dan pada Juni 2020 sebanyak 160,28 ribu kunjungan.

“Jadi kita mencari senyawa herbal yang ada di Indonesia dan kita kembangkan di tempat laboratorium yang memang punya kemampuan mengurangi herbal tersebut dan kadang kita kembangkan lewat laboratorium yang dipinjam di Belanda, karena keterbatasan laboratorium kita dan sedangkan di sini belum ada yang mengembangkan secara serius tentang penelitian juga riset herbal ini. Jadi jangan menyalahkan kami,” ungkap dia.

Sebelumnya, pemerintah dan sejumlah pakar mengomentari pernyataan terkait obat atau herbal yang bisa menyembuhkan Covid-19.

Tidak sedikit orang Indonesia atau pihak tertentu yang mempertanyakan dan meragukan klaim tersebut.

Bahkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan yang pernah menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, angkat bicara soal klaim obat Covid-19 Hadi Pranoto tersebut.

Achmad Yurianto, yang biasa disapa Yuri, menganggap hal tersebut sebagai pembodohan.