Ekonomi

Gaharu Bengkulu Tembus Pasar Hongkong dan Australia

BENGKULU, SENAYANPOST.com – Pengembangan komoditas Aquilaria malaccensis atau yang biasa dikenal dengan kayu gaharu di Provinsi Bengkulu telah di ekspor ke Hongkong dan Australia.

“Satu bulan terakhir, kita sudah ekspor tiga kali ke Hongkong dan satu kali ke Australia,” ujar Ketua Tani Gaharu Mandiri Provinsi Bengkulu sekaligus Pengusaha Gaharu 88, Joni Surya, di Bengkulu, Kamis (6/12/2018).

Untuk Bengkulu sendiri, kata dia, Kementerian LHK sudah memberikan kesempatan dapat mengekspor komoditas gaharu langsung ke negara tujuan.

Menurutnya, Bengkulu berpotensi menjadi daerah pengekspor utama gaharu asal Indonesia. “Biasanya gaharu merupakan hasil hutan, namun sekarang kita sudah bisa membudidayakannya, bahkan akademisi berbagai universitas seperti dari Tokyo, Jepang dan Malaysia datang ke tempat kita untuk belajar teknologi budidaya itu,” ujarnya.

Dikatakannya, peluang komoditas gaharu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Produk turunan berbahan gaharu tersebut sangat banyak dan selalu dipergunakan oleh masyarakat dunia. Contoh produk berbahan baku gaharu, seperti, pewangi, parfum, obat-obatan, sampo, sabun dan dupa, serta berbagai kegunaan dari ritual keagamaan.

Untuk harga jual, ungkapnya, komoditas gaharu cukup menjanjikan. Hasil panen sederhana, seperti serpihan kayu harganya Rp60.000 per kilogramnya. Namun jika telah menjadi ekstrak gaharu, harganya bahkan mencapai Rp3,5 juta per kilogram, kalau kualitas ekstraknya sangat baik, harganya bisa menjadi lebih tinggi lagi.

Selain itu, gaharu juga tidak membutuhkan lahan yang luas seperti penanaman kelapa sawit, dalam satu hektare bahkan bisa menanam ratusan pohon, dan juga bisa menjadi tanaman yang hanya ditanam di sekitar rumah saja.

“Kita saat ini baru budidaya beberapa hektare saja, dan sudah mengekspor sekitar tiga ton per bulan. Jika masyarakat mulai mengembangkan ini, Bengkulu bisa menjadi pengekspor utama gaharu dari Indonesia,” jelasnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close