Gagal Tangani Covid-19, 3 Menkes Negara ini Berani Mundur

Gagal Tangani Covid-19, 3 Menkes Negara ini Berani Mundur
Menteri Kesehatan Republik Ceko, Adam Vojtech

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Penyakit karena virus corona (Covid-19) kini menjadi pandemi. Hanya sedikit negara saja di dunia, yang mampu mengendalikannya.

Di beberapa negara bahkan serangan kedua terjadi. Kegagalan membendung virus ini pada akhirnya membuat sejumlah menteri kesehatan mundur.

Berikut tiga menteri kesehatan yang mundur karena gagal tangani corona.

Ceko

Menteri Kesehatan Republik Ceko, Adam Vojtech mengundurkan diri dari jabatannya pada awal pekan ini. Hal ini dilakukan menyusul munculnya kritik atas caranya dalam menangani wabah virus corona yang kian melonjak di negara bagian Eropa tersebut.

"Saya sudah menyerahkan pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri. Saya ingin memberi ruang baru untuk penyelesaian krisis virus corona," kata Vojtech, dikutip dari Prague Morning.

Republik Ceko kini melaporkan pertumbuhan kasus corona yang cepat. Dalam beberapa pekan terakhir setelah mencabut hampir semua aturan pencegahan Covid-19 angka kasus terus naik.

Dari data Worldometers, Republik Ceko kini memiliki 58.374 kasus positif, dengan 567 kasus kematian. Ada 27.385 pasien berhasil sembuh namun kasus aktif sejauh ini berjumlah 30.425.

Selandia Baru

Ia merasa bersalah karena munculnya kembali kasus Covid-19, setelah negara itu sempat menyatakan menang dari corona.

"Semakin jelas bagi, keberlanjutan peran saya mengganggu tanggapan pemerintah secara keseluruhan terhadap Covid-19 dan pandemi global," katanya dalam konferensi pers di parlemen dikutip AFP.

"Saya bertanggung jawab penuh atas keputusan yang diambil, selama saya menjabat sebagai Menteri Kesehatan."

Selandia Baru sebelumnya sempat mendeklarasikan bebas Covid-19 pada 8 Juni. Namun sayangnya pada 16 Juni corona ditemukan lagi pada dua wanita yang baru tiba dari Inggris.

Mereka diizinkan keluar dari karantina lebih awal tanpa dites virusnya. Meskipun, salah satu diantaranya memiliki gejala ringan. Dikutip dari New Zealand Herald, Ardern mengecam keras pelanggaran ini. Ia menegaskan orang yang terinfeksi seharusnya tidak diizinkan meninggalkan karantina.

Selandia baru sendiri akhirnya kembali melakukan penguncian kembali dan membatasi aktivitas warga. Pekan lalu hal tersebut dicabut, kecuali untuk Auckland, karena kasus sudah stabil.

Dari Worldometers, Selandia Baru mencatat 1.829 kasus secara total. Kemarin hanya ada 2 kasus baru. Total kematian berjumlah 25 kasus. Sedangkan yang sembuh 1.744 pasien.

Chile

Presiden Chile Sebastian Pinera mengatakan Manalich mundur atas keinginannya sendiri. Sebelumnya, pemerintah mendapat kritik keras karena lamban menangani corona, termasuk menerapkan kebijakan penguncian wilayah demi menekan angka penularan.

Ia juga mundur akibat kontroversi data kematian pasien virus corona (Covid-19) di negara Amerika Selatan itu. Ia menolak untuk merilis angka penularan dan kematian corona secara rinci.

Chile sendiri mencatat total kasus corona mencapai 451.634. Ada 12.469 kematian dan 426.876 sembuh.