Lintas DaerahPolitik

Gagal Raih Suara Terbanyak, Keluarga Caleg di NTT Tutup Jalan 2 Desa

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemilu 17 April 2019 menyisakan bermacam cerita. Salah satunya di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana keluarga dari seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Nagekeo di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo menutup akses jalan lingkungan di wilayah Desa Marapokot dan Desa Nangadhero dengan bebatuan dan pasir pada Selasa sore (23/4).

Pemicunya tak lain lantaran dia gagal meraih suara terbanyak.

Dikutip dari florespedia, terlihat ada 10 titik tumpuhan pasir dan bebatuan yang menutupi akses jalan, yakni sebanyak 4 titik di wilayah RT 01 dan 02, Desa Marapokot; dan 6 titik di RT 08, 09, dan 10 di Desa Nangadhero.

Padahal jalan tersebut menjadi akses utama untuk kegiatan ekonomi, sosial, tempat ibadah, dan pendidikan warga Desa Marapokot dan Desa Nangadhero.

Meski bukan satu-satunya, jalur akses tersebut merupakan yang paling dekat dan paling mudah, sedangkan jalur lainnya sangat jauh dan harus memutar.

Idul Yusuf, warga Desa Marapokot, membenarkan bahwa penutupan akses jalan tersebut dampak dari kekecewaan salah satu caleg DPRD Nagekeo dari Dapil 1 yang gagal meraih suara terbanyak.

“Saat mereka kasih turun material, saya ada di tempat. Mereka-mereka yang turun material saya kenal baik. Mereka itu adalah adalah keluarga dari salah satu calon DPRD Nagekeo,” ujar Idul.

Menurutnya penutupan akses jalan itu membuat warga sulit melakulan aktivitas dan sangat meresahkan. Idul berharap pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Nagekeo dan aparat keamanan untuk secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut.

Hal yang sama disampaikan Ketua RT 08 Desa Nangadhero, Petronela Aso. Dia mengatakan penutupan jalan tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WITA pada Selasa (23/4).

“Kami hanya nonton saja karena masa lebih dari 10 orang. Mereka keluarga dari salah satu calon anggota DPRD Nagekeo dari Dapil 1,” ujar Petronela.

Sementara itu, Kepala Desa Nangadhero, Muhamad Roslang, mengaku belum tahu dari mana atau siapa pihak yang menutup jalan itu.

“Saat kejadian itu saya lagi di luar. Saya tahu ada laporan dari warga. Dan siapa dan dari mana yang tutup jalan itu, saya belum tahu orangnya,” ujar Muhamad Roslang.

Kepala Polsek Aesesa, AKP Ahmad, yang ditemui di tempat kejadian itu mengatakan pihaknya akan memanggil pelaku yang menutup jalan di dua desa tersebut.

“Besok saya akan panggil orang-orang yang tutup jalan untuk melakukan klarifikasi. Kalau material untuk sumbang kerja jalan tidak apa-apa. Tapi kalau karena kecewa kalah politik saya akan tindak tegas pelaku yang tutup jalan itu,” tegas Ahmad.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close