Internasional

Gaga-gara Tato di Jidatnya, Bule Inggris Babak Belur Dihajar 10 Pria

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Berhati-hati lah saat ingin membuat tato di tubuh Anda. Jangan sampai mengalami kejadian tak mengenakkan seperti yang dialami pria Inggris ini.

Peristiwa tak mengenakkan menimpa Paul Ferrell (32), saat sedang berlibur di Kamboja. Saat sedang minum-minum hingga mabuk, Paul tiba-tiba dihajar oleh 10 turis asal China. Gigi Paul rompal. Wajahnya penuh luka memar.

Paul sendiri kebingungan mengapa ia tiba-tiba dihajar hingga babak belur begitu. Nah, dilansir dari New York Post, media lokal Taiwan menyebut, tato yang ada di dahi Paul Ferrel, diduga jadi penyebab.

Para pria asal China itu marah saat melihat tato di dahi Paul Ferrel. Paul memang merajah dahinya dengan tulisan mandarin.

Mau tahu apa arti tulisan mandarin di dahi Paul Ferrel? Tulisan itu dibaca : ‘Taiwan’.

Ya, diduga, orang-orang asal China itu mengamuk saat melihat tulisan Taiwan tersebut. Sudah jadi rahasia umum, hubungan pemerintah China dan Taiwan, termasuk warga negara mereka, memang tak pernah akur.

Taiwan menyebut China sebagai negara penjajah.

Sebaliknya, China menyebut Taiwan adalah sudah sejak lama menjadi bagian dari mereka, dan menyebut kalangan yang ingin merdeka sebagai pemberontak.

Nah, dilansir New York Post, media lokal Taiwan menulis, sebelum 10 pria China itu mengamuk, mereka menginterogasi Paul Ferrel.

Para pria China itu memaksa Paul mengakui, bila Taiwan adalah bagian dari China.

“Taiwan, China! (Taiwan itu China),” teriak para turis China.

Sementara Paul menolak menuruti keinginan mereka. Ia malahan dengan lantang berteriak : “Taiwan, Taiwan! (Taiwan ya Taiwan),”

Teriakan itu pun membuat para turis asal China mengamuk. Mereka pun menghajar Paul tanpa ampun.

Paul Ferrel, asal Inggris, sudah 14 tahun ini hidup di Taiwan. Ia rupanya mencintai negara tersebut.

Tak hanya tato tulisan Taiwan di dahi. Ia juga punya tato bendera Taiwan, sebagai bukti kecintaannya terhadap negara Formosa itu.

Bahkan, Paul Ferrel mengaku, ia sebenarnya sudah mengubah namanya, menjadi Lo Han. Tapi, meski benar-benar mencintai Taiwan, tapi rupanya Paul tak mau mati konyol.

Takut kondisinya makin parah, saat dihajar, Paul menyerah.

Ia berkata kepada para turis China itu : “Oke, oke, kalau kau pikir Taiwan adalah China, aku akan mengakui Taiwan adalah China. Aku hanya ingin pergi dari sini,”

KOMENTAR
Tags
Show More
Close