Gaduh, Kontra Produktif

05:21
459
KEGADUHAN itu selalu bermula dari beda pendapat. Beda pendapat bukan hal yang terlarang selama disampaikan dengan disertai data yang faktual dan informasi y

KEGADUHAN itu selalu bermula dari beda pendapat. Beda pendapat bukan hal yang terlarang selama disampaikan dengan disertai data yang faktual dan informasi yang akurat. Selain itu masing-masing yang berbeda pendapat tidak asal ngotot dan merasa pendapatnya mutlak paling benar dan paling dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak semua beda pendapat bisa dibeberkan di ruang publik. Ada hal-hal yang boleh diperdebatkan secara terbuka, tapi banyak masalah yang cukup diselesaikan secara tertutup melalui diskusi intens dan mendalam berdasarkan informasi dan data yang lengkap dan akurat berkaitan dengan masalah utama. Tujuannya untuk menghindari kegaduhan, salah persepsi dan salah interpretasi.

Jika sampai terjadi kegaduhan di tubuh pemerintahan, apalagi dilakukan oleh orang-orang yang memiliki posisi strategis, seolah tidak ada koordinasi dan kemudian muncul sikap saling menyalahkan, saling curiga, pada akhirnya membingungkan masyarakat.

Kegaduhan dalam pemerintahan di Indonesia berulang kali terjadi. Mulai dari soal target PLN, kereta cepat Jakarta-Bandung, silang pendapat soal Freeport, Blok Masela, dan terakhir soal impor senjata Brimob. Semua kegaduhan pun dihentikan oleh Presiden Joko Widodo. Sang Presiden memang dikenal anti-gaduh. Setiap kali ada kegaduhan Presiden segera tampil menghentikan dan meminta kepada semua pihak untuk menyelesaikan dengan bijak. “Diam itu emas.”

Kita setuju dengan sikap tegas Presiden. Sebab kegaduhan tidak akan menguntungkan siapa pun. Energi bangsa ini akan terkuras untuk hal-hal yang tidak produktif. Bahkan bisa menjadi kontra produktif. Padahal banyak hal yang bisa dikerjakan dalam suasana tenang dan damai dalam semangat kebersamaan. Rakyat pun akan menikmati ketenangan itu.

Kita pun sangat setuju dengan sikap Presìden Jokowi yang tidak pernah menoleransi setiap kegaduhan. Termasuk terhadap sikap tegasnya meminggirkan orang-orang pembikin kegaduhan. Karena setiap ada kegaduhan juga dipastikan ada pihak-pihak yang mengambil manfaat, bak mengail di air keruh. Muncul kemudian pro dan kontra yang berpotensi merenggangkan ikatan persatuan.

Jika terus dibiarkan, kegaduhan bisa menjadi liar dan tak terkendali. Akibat gaduh kadang arah tudingan bisa berubah, melenceng dari pembuat kegaduhan ke orang lain yang sesungguhnya tak ada kaitan dengan isu kegaduhan itu sendiri. Kegaduhan bahkan identik dengan ketidakdewasaan kita sebagai bangsa, Kata orang Jawa kita terjebak pada tindakan “rebut balung tanpa isi” atau memperebutkan sesuatu yang tidak jelas manfaatnya, sia-sia tidak ada gunanya.

Comments

comments