Opini

Fragmen (Pil)Kadal

Hari Selasa (26/6/2018) malam ini, akan ada acara menarik yang digelar di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jatim. Acara yang memiliki kaitan dengan Pilkada Jatim ini akan dimulai tepat pukul 19.00 WIB.

Emha Ainun Nadjib atau yang biasa disapa Cak Nun akan mempergelarkan sebuah fragmen “Doa Bersama dan Deklarasi Pilkada Damai dalam Rangka PILGUB Jatim Guyub Rukun 2018”.

Jika Anda punya waktu, sempatkan menonton. Tapi jika tidak, tulisan Cak Nun ini bisa memberi gambaran tentang fragmen tersebut. Berikut petikan langsungnya:

Mbah Geol
Lik Kadhal
Cung Tobil

Musical-reading

Musik-1
Musik-2
Musik-3

MUSIK-1
Lik Kadhal mengajari Cung Tobil satu dua jurus atau pola gerak.

MBAH GEOL
Cuuung. Cung Tobil…

CUNG TOBIL
Nggih Mbah

MBAH GEOL
Karo sopo koen

CUNG TOBIL
Kalé Lik Kadhal niki

MBAH GEOL
Kadhal?

LIK KADHAL
Kulo Mbah

MBAH GEOL
Ono opo tho ini kok gedebag-gedebug

CUNG TOBIL
Maaf Mbah, ini Lik Kadhal melatih saya bela Negara

MBAH GEOL
Bela Negara kok latihan gelut

LIK KADHAL
Bukan latihan berkelahi, Mbah. Ini mengenal jurus-jurus

MBAH GEOL
Lho apa masih ada Lèn jurusan Kremil atau Doli. Jurus apa maksudmu?

CUNG TOBIL
Ada jurus Tembok Nusa, Tangan Suci, Hati Teratai dan macam-macam lagi Mbah

LIK KADHAL
Semua itu jurus mempertahankan Negara, Mbah

MBAH GEOL
Apa ada yang mau nyerang Negara kita? Apa ada Negara lain yang berani menyerang Negara kita?

MUSIK-2

CUNG TOBIL
Ini serangan dari dalam, Mbah, bukan dari luar

MBAH GEOL
Maksudmu Negara kita diserang oleh penduduknya sendiri?

LIK KADHAL
Ya bukan gitu Mbah. Ini ceritanya kan akan ada Pilkada di mana-mana

MBAH GEOL
Pilkada itu apa

LIK KADHAL
Pilkada itu apa?

LIK KADHAL
Rakyat memilih pemimpin

MBAH GEOL
Kalau gitu bagus tho. Rakyat memang harus punya pemimpin

CUNG TOBIL
Itu namanya pelaksanaan Demokrasi Mbah

MBAH GEOL
Lha hubungan antara Demokrasi dengan latihan Pencak Silat itu apa?

LIK KADHAL
Gini lho Mbah. Hampir 40 juta rakyat Jawa Timur akan memilih pemimpinnya

CUNG TOBIL
Gubernur dan Wakilnya, Mbah

MBAH GEOL
Apa 40 juta rakyat Jawa Timur itu saling kenal satu sama lain kemudian memilih dua di antara mereka untuk menjadi pemimpinnya, gitu?

LIK KADHAL
Ya ndak mungkin 40 juta orang pathing clebung untuk menentukan dua orang. Kecuali Panitia Pemilihannya pakai online dan sistem yang transparan. Setiap penduduk Jawa Timur, dengan data identitasnya yang jelas dan tercatat rapi di database Negara, mengirimkan pilihan otentiknya masing-masing lewat SMS, WA, BBM, Email atau aplikasi lain ke center onlinenya Panitia. Sehingga setiap orang secara orisinal dan langsung bisa menentukan pilihannya masing-masing di antara 40 juta penduduk itu. Tetapi karena di Jawa Timur belum ada internet dan gadget serta komputer, maka dibutuhkan Parpol-Parpol untuk memilihkan 4 atau enam calon dari 40 juta itu. Dengan tidak adanya sistem direct online, maka rakyat Jawa Timur belum bisa memilih pemimpinnya, melainkan dipilihkan…

MUSIK-2

MBAH GEOL
Sebentar, sebentar, Kadhal dan Tobil

LIK KADHAL CUNG TOBIL
Ya Mbah

MBAH GEOL
Berdasarkan keterangan Kadhal tadi, mestinya yang kalian lakukan kan pertama menata Database penduduk Jatim. Kedua, membangun sistem pemilihan online, yang transparan dan bertahap satu dua tahun. Ketiga, menghemat tenaga dan biaya, tidak perlu bisnis Kotak Suara, tidak perlu tawar menawar angka dengan calon dan Partai pengusung. Serta penghematan-penghematan yang lain. Kok yang kalian lakukan malah belajar jurus-jurus silat?

CUNG TOBIL
Kan jelas to Mbah masalahnya. Di antara calon-calon itu dengan tim sukses dan semua pendukungnya, kalau sampai ada yang mencak-mencak: kita siap silat

MBAH GEOL
Ooo jadi pencak lawan silat?

CUNG TOBIL
Ah Mbah Geol ini berpikirnya linier…

MBAH GEOL
Apa 40 juta rakyat Jawa Timur itu memang mau main pencak untuk membela calon yang didukungnya?

LIK KADHAL
Sebenarnya Mbah, maaf lho ya, sebenarnya kalau rakyat itu rata-rata tenang dan damai. Rakyat tidak punya kepentingan politik. Rakyat bukan agen dari kapitalisme nasional dan global yang mengatur pemilihan pemimpin. Bagi rakyat tidak masalah siapa saja Gubernurnya. Yang ribut dan berebut itu para Bandar dengan jaringan-jaringan dan para pekerjanya.

MBAH GEOL
Ah, tapi ya bagi rakyat mesti ada bedanya dipimpin oleh Lonthong atau Gethuk.

LIK KADHAL
Begini mBah. Semua calon pemimpin, dari Presiden, Gubernur, Bupati Walikota sampai Lurah, masing-masing berjanji mencintai rakyat, bersumpah membela dan menyejahterakkan rakyat. Jadi posisi rakyat kan beres dan aman. Apanya yang perlu dipertengkarkan oleh rakyat?

MBAH GEOL
Lho katanya ada anjuran agar Pilkada Aman Damai. Kalau rakyatnya sudah jelas aman dan damai, sebenarnya siapa yang mau bertengkar?

MUSIK-2

MBAH GEOL
Kadhal anakku lan Tobil putuku…

LIK KADHAL CUNG TOBIL
Nggih Mbah

MBAH GEOL
Kalau kalian sendiri milih Calon Pemimpin yang mana?

LIK KADHAL
Pemilihan itu asasnya Bebas dan Rahasia, Mbah

CUNG TOBIL
Saya memilih NKRI, Mbah… Di dalam hatiku, Harga NKRI tidak pernah Mati!

MBAH GEOL
Cung cung Tobil Cung…

CUNG TOBIL
Dalem Mbah

MBAH GEOL
NKRI itu macam-macam lho. Yang kamu maksud yang mana?

CUNG TOBIL
Maksud Mbah bagaimana? NKRI ya hanya Satu

MBAH GEOL
Lhooo tergantung tafsirnya. NKRI itu bisa Negara Keserakahan Rapublik Indonesia. Bisa Negara Kepolisian Republik Indonesia. Bisa Negara Kejaksaan Republik Indonesia. Bahkan bisa juga Negara Kartolo Republik Indonesia…

CUNG TOBIL
Wah mbok jangan aeng-aeng tho Mbah. Generasi Old kan wajib memberikan pelajaran positif kepada Generasi Kid Zaman Now

MBAH GEOL
Lho semua tafsir itu tadi ada landasan faktanya sendiri-sendiri

LIK KADHAL
Gini Cung, Tobil. Kata-kata Mbah Geol itu bukan ujaran kebencian, melainkan sindiran yang mengandung kebijaksanaan. Yang penting kita semua bersepakat untuk setia kepada Pancasila dan UUD 1945…

CUNG TOBIL
UUD 2002, Lik Kadhal

LIK KADHAL
UUD 1945! Kok 2002…

CUNG TOBIL
UUD 2002! Kok 1945. Fakta sejarahnya begitu Lik Kadhal…

MUSIK-2
Lik Kadhal menghampiri Cung Tobil. Memegang kerah bajunya. Menariknya, memberdirikannya

LIK KADHAL
Kamu anak-anak muda harus waspada. Kita semua harus waspada. Mulutmu waspada. Akal sehatmu waspada. Hatimu waspada. Sejarahmu waspada…

Lik Kadhal menyerang Cung Tobil, menyeret dan membantingnya. Tobil mencoba mempertahankan diri

Mbah Geol meloncat, menyisihkan badan Lik Kadhal untuk membela dan melindungi Cung Tobil.

MBAH GEOL
Kepada Lik Kadhal
Kamu ini generasi menengah. Generasi pemegang kekuasaan dan pemerintahan. Kamu jangan sok jago kepada generasi penerus bangsa. Anak-anak muda cucu-cucuku ini adalah yang nantinya akan memimpin Negara.

LIK KADHAL
Lho gimana tho Mbah. Saya ini justru mengejawentahkan pendidikan kewaspadaan…

MBAH GEOL
Kewaspadaan apa! Generasimu yang yang tiga kali lipat harus lebih waspada. Kalian tidak mau memilah antara Pemerintah dengan Negara. Panitia Pemilihan Umum ini bukan Lembaga Pemerintah, melainkan Lembaga Negara. KPU ini yang mendukuni lahirnya Pemerintah, bukan anak buahnya Pemerintah. Jadi dalam satu periode lagi kalian tidak mengubah sikap kepada kaum muda dan rakyat Indonesia, saya akan izinkan mereka untuk melakukan Revolusi Konstitusi…

MUSIK-3
END.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close