Politik

FPDIP Siap Kawal Stimulus Rp405,1 Triliun untuk Covid-19

JAKARTA, SENAYANPOST.com – DPR RI siap mengawal kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan anggaran sebesar Rp. 405,1 triliun. Namun, itu perlu ada dukungan rakyat untuk saling bekerjasama dan pengawalan terhadap implementasi kebijakan dan penggunaan anggaran tersebut.

“Bahwa Indonesia punya tantangan berbeda dengan negara lain dalam krisis Covid-19. Sehingga penanganan cepat dan tepat, dengan pertimbangan kesehatan, ekonomi, kebijakan publik dan sosial politik menjadi kuncinya,” demikian anggota Komisi IX DPR RI FPDIP Muchamad Nabil Haroen, Rabu (1/4/2020).

Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Di antara, pasal yang digaris bawahi, yakni Pasal 3 PP 21/2020. Pembatasan sosial berskala besar harus didasarkan pada pertimbangan epidemiologis, besarnya ancaman, efektivitas, dukungan sumber daya, teknis operasional, pertimbangan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.

Menurut Gus Nabil, Indonesia punya tantangan berbeda dalam menangani Covid-19. Bagaimana China, Italia, Spanyol, Inggris, Amerika Serikat dan India. Negara-negara besar dengan jumlah kasus Covid-19 yang melonjak mengalami kesulitan masing-masing. Terkahir, India yang kacau balau dengan kebijakan lockdown yang mendapat protes dari rakyatnya sendiri.

“Indonesia punya tantangan berbeda, jadi kita perlu mendukung kebijakan pemerintah terkait PSBB untuk penanganan Covid-19 ini. Jadi, Indonesia memilih opsi yang mempertimbangkan kesehatan, ekonomi, juga budaya masyarakat kita. Kita perlu menjaga agar tetap ada pergerakan ekonomi yang urgen sembari menjamin ketahanan pangan,” jelasnya.

Pemerintah juga menggelontorkan anggaran besar, Rp. 405,1 triliun rupiah untuk penanganan Covid-19. Ini anggaran yang tidak sedikit untuk penanganan menyeluruh Covid-19 di Indonesia.

Tentu, menurut Gus Nabil, prioritas anggaran untuk kebijakan strategis dalam penanganan Covid-19.
“Sejauh ini, saya percaya hitung-hitungan pemerintah dalam situasi krisis ini. Saya kira banyak pertimbangan yang menjadi rujukan sebelum pengambilan keputusan. Rp. 405,1 triliun ini bukan angka yang sedikit,” tambahnya.

Tapi uang berapapun yang digelontorkan untuk penanganan Covid-19 juga akan sia-sia jika tidak ada prioritas, atau salah langkah. Sebab, banyak negara-negara besar dan modern yang tumbang oleh krisis ini. Seperti di Italy dan sebagian negara Eropa. Mereka punya tantangan besar, yang berbeda-beda setiap negara. “Jadi, angka Rp. 405,1 itu angka logis, yang harus dikawal bersama agar manfaatnya maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, keberpihakan terhadap rakyat kecil sangat penting, agar semua bisa bertahan.

Prinsipnya saya lihat progress atas bawah, maksudnya pemerintah memberi keringanan, menggelontorkan anggaran, memberi stimulus. Dari warga, ada yang banyak inisiatif untuk meminimalisir persebaran Covid-19, untuk bersama-sama saling menjaga desa masing-masing, serta ada keinginan tinggi untuk jaga kesehatan.

Keberpihakan Pak Jokowi dan jajaran pemerintah menurut Gus.Nabil, sudah tepat di tengah krisis ini. Ada insentif untuk listrik gratis bagi 24 juta pelanggan, serta diskon 50% untuk 7 juta pelanggan itu sudah mengcover banyak warga. Hanya saja belum terlihat detail tentang dukungan penangguhan cicilan bagi nelayan dan petani, dan jaminan ketahanan pangan. Penangguhan cicilan ada seruan presiden, tapi implementasinya masih harus dikawal dengan peraturan jelas.

Namun, dukungan bagi tim medis sudah luar biasa, dengan gerak cepat pemerintah. Bahkan, pembangunan satu Rumah Sakit untuk penanganan pasien Corona dibangun cepat selama 8 hari. “Ini langkah bagus untuk bersama-sama kita yakin mampu melewati krisis,” harapnya.

Namun demikian, harus ada mekanisme pengawalan program strategis dan anggaran agar tepat sasaran.
Pengawalan dalam situasi krisis ini sifatnya kan extraordinary, kami dari Komisi IX DPR RI akan koordinasi dengan instansi dan pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah terbaik dalam pengawalan anggaran. Yang jelas, berada pada situasi yang membutuhkan kecepatan gerak, sekaligus pengawasan detail dan cermat agar anggaran pemerintah untuk penanganan Covid-19 ini tepat sasaran.

“Jadi, kita perlu dukung bersama, dengan cara saling menjaga, saling bekerjasama, serta memantau apa yang terjadi di lingkungan terkecil kita. Jika semua saling dukung di lingkungan terkecilnya, akan membangkitkan semangat untuk melewati masa krisis ini dengan keteguhan dan ketabahan. Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah strategis, kita harus mendukung, bekerjasama, memantau agar program-program tepat sasaran,” pungkasnya. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close