Nasional

Fitra: Anggaran Kementan Sebaiknya Diawasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Sekretaris Jenderal Fitra (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) Misbah mengatakan anggaran Kementerian Pertanian sebaiknya diawasi atau hingga audit.

“Kalau audit wajib itu. Karena anggaran kalau tidak sesuai data, maka akan terjadi pemborosan,” kata Sekretaris Jenderal Fitra, Misbah, di Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Misbah meminta BPK mengaudit investigatif terhadap program cetak sawah milik Kementerian Pertanian karena belakangan dinilai terjadi perbedaan data antara Kementan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Misbah mengatakan, perbedaan data ini terjadi karena minimnya koordinasi antar lembaga.

“Perlu dilakukan audit. Selama ini pola koordinasinya kan lemah, sehingga masing-masing kementerian atau lembaga, punya data masing-masing dan punya ego sektoral,” tuturnya.

Senada, pemerhati anggaran pemerintah Yenny Sucipto mengatakan penghargaan yang diberikan selama ini dinilai hanya berdasarkan kuantitatif terkait penyerapan anggaran kementerian.

Contohnya, program cetak sawah. Terkait program ini, Kementan dinilai belum melakukan tugasnya dengan baik karena awalnya, Kementan menargetkan mencetak 12.000 hektare (ha) sawah pada 2018, namun realisasinya hingga saat ini baru mencapai 6.402 ha.

Guna memastikan ada atau tidaknya potensi kerugian negara dari program ini, lanjut Yenny, BPK perlu melakukan audit.

Pasalnya, penghargaan yang berikan KPK tersebut hanya sebatas tata kelola anggaran saja, tanpa merujuk potensi kerugian negara. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close